30 September 2030, para jenderal yang berasal dari belahan dunia Reshan mendapatkan email untuk mengadakan pertemuan. Mereka hanya bisa membuka email itu dari ruang kerja mereka. Mereka terpaksa menghentikan aktivitas militer untuk sementara waktu.
Mereka mendapatkan email yang berasal dari satelit Reshan yang diprakarsai oleh Nautilus Vincere untuk mengadakan rapat penting sekaligus makan malam. Tidak ada yang tahu bahwa mereka harus berkumpul untuk sementara waktu untuk menghindari tugas personel mereka.
Mereka yang menatap layar di laptop di kantor merasa lega karena bisa istirahat untuk sementara waktu. Tidak dibebani oleh pekerjaan yang cukup menguras tenaga dan waktu untuk menyelesaikan berkas yang tersimpan di dalam laptop itu.
Seorang jenderal yang berasal dari Markas Besar Militer di wilayah Timur Reshan, hanya terdapat 100 km dari wilayah musuh, Fen Yu. Dia berdiri dari kursi di ruangannya dan melakukan peregangan setelah mendapatkan email itu. Ini cukup penting karena menyangkut beberapa aspek di dalamnya.
"Akhirnya, aku mendapatkan email yang cukup menarik perhatian setelah mendapatkan masukan yang harus dilakukan agar mengizinkan instansi ini."
"Tapi, tidak menutupi kemungkinan bahwa rapat ini diadakan untuk kepentingan negara. Mau tidak mau aku harus pergi kesana sekarang juga."
Seorang tentara berpangkat jenderal kembali tertegun di tengah pandangannya. Ia membaca sekilas sekali lagi untuk melihat beberapa informasi yang ketinggalan di sana. Sepertinya, surat email yang dikirim tidak bisa dibohongi karena terdapat legalitas di dalam surat itu.
Wajah yang sudah keriput dan rambutnya belum menua sama sekali. Hanya saja, dia perlu mempelajari bagaimana caranya agar menentukan tempat pertemuan itu. Dia juga perlu memberikan pesan pada pengiriman surat email agar datang di aplikasi pertemuan itu.
Dia pun langsung membuka aplikasi pertemuan di Laptop itu dan memberikan ajakan pada jenderak yang lain untuk ikut ke sana. Pengirim email dan jenderal yang lain. Itu raja sudah cukup bagi jenderal berkulit keriput.
Setelah masuk, jenderal itu menunggu orang lain, layar di monitor menyinkronkan sinyal ke pengguna aplikasi pertemuan yang lain agar mereka bisa bertemu. Namun, perlu waktu yang tidak sebentar karena sinyal itu cukup lama untuk menghubungki satu pengguna ke pengguna yang lain.
Karena terhalang oleh sinyal dan jarak, akhirnya mereka bisa bertemu. Tidak hanya itu, pengirim surat itu sudah masuk ke dalam ruangan aplikasi meeting itu. Semua jaringan telah stabil. Hanya menunggu waktu agar mereka tidak mendapatkan sinyal yang lebih baik seiring berjalannya waktu.
Terlihat semua wajah jenderal yang mendapatkan undangan dan pengirim email yang sudah dihubungi dengan aplikasi pertemuan itu. Ini cukup berbeda dengan aplikasi sebelum. Aplikasi yang dipakai oleh para jenderal menggunakan fitur invite agar mereka yang menggunakan aplikasi di laptop itu bisa masuk.
"Selamat Sore, semuanya! Saya di sini mendapatkan undangan surat untuk pertemuan ini. Saya juga sudah mengajak kalian semua yang mendapatkan surat email ini untuk bertemu di aplikasi ini pada tanggal ini."
"Dikarenakan pengirim email sudah datang di tempat ini, saya bahagia sekali karena saya diundang pada tempat dan waktu yang tertera pada email tersebut."
"Teruntuk bapak yang mengirimkan surat ini, dipersilahkan untuk tempat dan waktunya."
Jenderal itu langsung menyalakan mic dan mematikan semua mikrofon yang tertera pada aplikasi itu, hanya tersisa dengan komentar yang termuat dalam ruangan meeting virtual tersebut.
"Selamat sore. Bapak Jenderal yang dihormati. Pada tanggal 5 November 2030, kalian diundang di sebuah ruangan yang cukup indah untuk melakukan diskusi yang penting."
"Jangan khawatir! Banyak persediaan yang bisa kalian nikmati ketika saya sampai di sana. Kalian juga tidak usah cemas karena sia-sia ke tempat itu. Banyak sekali manfaat yang kalian dapatkan. Dan jika kalian menolak undangan ini, kalian akan mengalami penyesalan yang tidak habisnya." Pengirim surat itu terlihat serius, tidak diperlihatkan wajahnya karena teras sensitif dengan keberadaannya.
"Untuk sekarang ini, saya akan memberikan informasi singkat mengenai undangan ini. Pertama, …."
Gambar presentasi diperlihatkan di dalam layar monitor laptop tersebut. Mereka menyimak dengan baik, penuh konsentrasi. Jenderal yang duduk dari tadi merasa terpaksa karena agak kecewa dengan keberadaan pengirim surat yang terkesan ditutup-tutupi.
Banyak yang memilih tidak keluar dari meeting. Mereka beranggapan bahwa jika keluar meeting di tengah jalan akan menimbulkan pelanggaran yang cukup besar. Tapi, tidak berlaku jika pertemuan itu tidak mencakup kemiliteran dan taktik serangan yang dibahas.
"Pertama. Kalian perlu menjaga kerahasiaan kalian untuk tidak membahas undangan ini kepada siapapun. Jika sampai itu terjadi, maka nyawa kalian tidak akan selamat apapun kondisinya."
"Kedua. Kalian juga tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi. Aku sudah menyiapkan beberapa kendaraan khusus untuk kalian. Jadi, tidak ada cerita tersesat dan hilang kontak di tengah jalan. Semua keamanan sudah terjamin secara klinis."
Tidak ada istilah yang mengatakan bahwa mereka menghindari pertemuan ini. Mereka semua memasang wajah yang serius dan cemberut agar mereka bisa memasukkan isi pembicaraan ke kepala mereka. Ini sudah bisa terjadi pada seorang jenderal.
"Baiklah. Aku akan menerima semuanya. Entah apa yang kalian bahas pada kami. Semoga saja pemerintah Reshan tidak mendengarkan pertemuan ini."
"Pertemuan ini cukup penting agar mereka yang tidak mengikuti pertemuan ini tidak perlu mengetahui sampai detail mungkin."
Timbullah beberapa komentar yang muncul dan menggeliat di layar monitor, dilihat oleh semua orang di dalam pertemuan itu.
Strategi yang digunakan pengirim email sudah dikatakan berhasil, memaksa jenderal yang sama untuk masuk ke dalam aplikasi meeting dan melakukan inisiatif sendiri.
"Yang berikutnya, kami akan memberikan hadiah kepada kalian karena sudah berpartisipasi pada pertemuan itu. Jadi, kalian akan bertemu pada Jenderal Besar untuk berdiskusi penyebab Perang Dunia Ketiga terjadi."
Argumentasi dari pengirim email telah mencuri perhatian semua kalangan jenderal. Mereka akan mencari beberapa petunjuk agar mereka bisa menyelesaikan semuanya di balik layar. Mereka juga harus menyembunyikan informasi ini agar tidak ada seorang pun yang mengetahui informasi ini. Diusahakan tidak bocor dengan mudah.
"Kita juga sudah menyiapkan beberapa pembahasan yang harus dibahas untuk progres pembangunan pasukan kita untuk menghadapi ancaman Ilberia pada tahun berikutnya. Saat ini, Ilberia dan Reshan masih bertahan di Euro Timur. Jadi, banyak negara Euro Timur runtuh akibat pertempuran pada jangka panjang."
Para jenderal tidak terkejut dengan runtuhnya beberapa negara Euro Timur yang terdapat pada peta di persentase. Di dalam peta itu juga menunjukkan pergerakan pasukan di dua belah pihak yang sedang berseteru dengan cara licik mereka.
Tiak ada yang aneh. Hanya sebuah
"Tujuan pertemuan pada 5 November ini adalah agar kalian bisa membuat keputusan pada militer ini. Tidak hanya itu, kalian juga dituntut untuk melakukan apa yang harus dilakukan agar memperoleh informasi spesial setelah perang dunia."
Terlihat menjanjikan. Pengirim surat itu tidak berbohong sama sekali. Dari mimik wajahnya dan pandangan matanya, terlihat tegang dan serius. Mereka sudah tahu dari mana pengirim surat itu berasal.
Sekarang, hanya perlu kesepakatan bersama untuk memperoleh keharmonisan pada pertemuan ini. Ikatan yang kuat memerlukan sesuatu yang kuat dan tegak.
"Sepertinya, anda tidak berbohong. Ini akan mengungkapkan semuanya."
"Iya. Aku pikir ini adalah sebuah prank bodoh yang dilakukan oleh anak muda."
Semua komentar meledak pada waktu bersamaan. Setelah pengirim email itu mengeluarkan statement yang meyakinkan, tidak ada yang bisa meragukannya selama pertemuan itu berlangsung.
Jenderal yang duduk melototin layar monitor berpikiran yang sama. Tidak ada sebuah jebakan yang menghantui mereka.
Dia langsung mengetik dengan perlahan, memastikan tidak ada kesalahan ketik yang menimpanya. Berkat, pengetikan yang cukup lambat, tipografi sudah diatasi dengan mudah. Setelah itu, dia menekan enter untuk mengirimkan komentar itu. Isi komentarnya adalah …
"Kau tahu. Ini bukan pertama kalinya seseorang yang membuat konspirasi sebelum perang dunia ketiga terjadi. Aku yakin ada orang bodoh yang melakukan tindakan itu sebagai pembelaan."
Semua yang terlibat dalam pertemuan ini menganggap komentar jenderal yang baru dikirim memang objektif, tidak ada serangan yang berarti bagi mereka.
Sekarang, pengirim surat perlu mengakhiri pertemuan ini karena tidak ada yang disampaikan di aplikasi pertemuan virtual itu. Terasa buntu dan semua pesan sudah dimengerti oleh orang yang hadir di pertemuan itu.
"Baiklah. Jika kalian punya pertanyaan kali ini, saya akan mengakhiri pertemuan ini. Untuk jenderal yang melakukan inisiatif pada pertemuan ini, saya ucapkan terima kasih banyak."
"Terima kasih atas kehadiran kalian. Semoga kalian bisa mendatangi rapat yang dihadiri pada tempat dan waktu yang ditentukan pada email itu. Aku izin mengundurkan diri. Terima kasih."
"Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya."
Setelah ucapan perpisahan itu, aplikasi pertemuan langsung keluar secara otomatis. Kini, monitor itu sudah menunjukkan file-file yang tersusun rapi dan akan diperiksa di kemudian hari.
"Sekarang, aku hanya perlu menghadiri pertemuan itu. Ini bisa membuat misteri pada .…" Ucapan jenderal itu terhenti oleh suara ketukan pintu dari luar.
Sebuah ketukan pintu mengembalikan fokus jenderal itu, tidak membiarkan orang lain mengetahui informasi itu. Jenderal tersebut langsung menyingkirkan laptop itu.
"Pak. Jenderal. Bolehkah aku masuk?"
"Si-silahkan masuk!" Jenderal kembali fokus dan mengembalikan posisi duduk seperti seorang pekerja kantoran.
Seorang tentara wanita memasuki ruangan itu lalu memberikan sebuah informasi penting mengenai personil, berjalan layaknya seorang model dan menyampaikan beberapa menit kepada jenderal itu.
"Banyak personil yang harus diperiksa. Kesiapan mental dan fisik diperlukan untuk perang berikutnya. Pasukan Reshan di Euro Timur mengalami penderitaan yang cukup besar."
"Letakkan laporannya di situ! Kita akan membahas semuanya."
"Baik, Jenderal! Saya akan meletakkan laporan ini nanti. Sekarang, pembahasan taktik yang Anda kemukakan akan dipersiapkan terlebih dahulu."
"Oh begitu. Aku berharap Mayor Rein akan senang dengan pengiriman email yang dikirim. Tidak mungkin dia adalah seseorang yang closed minded."
Perbincangan ini cukup singkat. Karena pekerjaan Tentara Reshan tidak main-main. Bahkan, mereka harus berhati-hati agar tidak ada kesalahan yang membuat negara mereka terancam kalah.
"Kalau begitu, saya permisi dulu! Laporannya saya letakkan di sini." Wanita itu berjalan dan meletakkan laporan dan berkas yang dipegangnya sedari tadi di atas meja dekat laptop.
Jenderal itu berterima kasih pada wanita itu. Dia kembali santai lalu mengecek laporan itu sejenak. Tatapan matanya diam sejenak untuk mengembangkan konsentrasi.
Wanita itu langsung membungkuk badan dan mengundurkan diri, membuka pintu itu dan keluar untuk mengurus beberapa sistem yang berjalan. Ia tidak mau mengganggu jenderal itu.
Sekarang, situasi sudah berbeda. Hening seperti biasanya. Setelah ini, jenderal akan keluar ruangan dan mengecek personil yang ada, baik dari kendaraan berlapis, infanteri, dan kendaraan udara.
Tugas jenderal cukup berat untuk ditangani sendiri.