Jika Aku tidak Bisa Memiliki, yang Lain Jangan

890 Kata
Aku di ajak duduk mendekat ke arah kaca jendela yang besar yang menampakan pemandangan malam kota yang dari kejauhan, hanya terlihat lampu kerlap-kerlip seperti taburan bintang "Two cup of coffe please" Ujar Gea kepada seseorang. "Bisa juga kamu berbicara secara normal" Ucapku memecah keheningan. Gea hanya mengangkat bahu. "Untuk saat ini, lo boleh mengajukan pertanyaan ke gue, dan gue akan menjawab pertanyaan lo secara jujur tapi" Jedanya sejenak "Hanya 3 pertanyaan." lanjutnya kembali. Memangnya ini kisah aladin? hanya sampai di benakki saja pertanyaan itu aku takut itu di hitung satu pertanyaan oleh wanita bar-bar ini. "Okay, first tempat apa ini?" Tanyaku, dia hanya tersenyum dan menggelang. "Hanya 3 pertanyaan bro dan lo lebih penasaran ini tempat apa bukan masalah perusahaan dan Cathy lo itu? ckckck rupanya lo belum sadar, lo nggak mabukkan?" Aku mulai terbiasa dengan ucapan-ucapannya yang sulit di cerna. "Ini, Hotel untuk mengirim orang-orang mati, seperti dalam drama Korea Hotel De Luna" Ucapnya sekenanya, aku mengernyitkan dahi mencoba menelusuri kebohongan di wajahnya. Hampir saja aku percaya dia seketika terbahak. "Menurut lo ini tempat apa?" Pertanyaannya membuatku semakin bingung. "Untuk itu aku bertanya ini tempat apa?" Aku balikan pertanyaannya. "Ini markas"Jawabnya enteng. "Apakah tante Mira adalah mapia?" Tanyaku polos dia hanya mengangkat bahunya. "Sepertinya sudah 3 pertanyaan." Ucapnya santai sambil mengangkat cangkir kopi yang baru di hidangkan. "Are you crazy?" Bentakku "Four!" dia menghitung kembali pertanyaanku barusan. Lalu dia tertawa. "Selanjutnya lo mau tau apalagi mumpung gue lagi baek." lanjutnya kembali. Aku menghembuskan nafasku kasar. "Kenapa kamu bisa tahu semuanya?" Tanyaku. "Yang gue tahu sih cuman kehancuran lo nggak tahu tuh yang lain." Jawabnya enteng. "Ahhh iya tentang kehancuranku? Dari mana kamu bisa tahu?" Tanyaku. "Andrew!" Jawabnya. Lalu ia memamerkan cincin di kelingkingnya. membukanya dan menunjukan nama di balik cincin itu. Aku tercengang saat nama Andrew terukir disana. "Dan Cathy adalah pion Andrew." Jawabannya membuatku teringat percakapannya di sebelumnya tadi. "Lalu kenapa kamu meminta bantuanku untuk magang di perusahaan Andrew?" "Gue hanya pengen tahu bagaimana reaksinya, kalau tahu gue sepupu lo. Gapi semuanya terlambat, karena lo emang lamban banget kerjanya." Jawabnya yang terus menerus meremehkanku. dreeettttt drrreeeettrr dreeeetttt .... Getar Handphone Gea, Memang ini gedung yang aneh Phonsel aku di ambil di Loby sementara Gea? Bukannya tadi di Loby Handphone Gea juga di serahkan ke petugas? Punya berapa Handphone anak ini? Ia seolah mengerti apa yang aku pikirkan. "Ini Handphone yang gue gunakan khusus buat interaksi dengan Andrew sekaligus alat penyadap semua hal yang ada di Handphonenya, bahkan personal computernya." Jawabnya enteng. Entah apa yang ada di pikirannya ia me-loadspeaker-kan panggilan dari Andrew, apakah aku berhak mendengar obrolan sepasang kekasih ini? Honey¹ ucap suara Andrew di ujung sana "Ya honey." jawab Gea dengan suara lembut, bisa juga ni orang berbicara seperti itu? where are you now²? "I'am at cousin's house, he's sick.³" Jawabnya. my assistant saw you with Edric, do you know him?⁴ "Ya, he is my cousin.⁵" What? ⁶ Suara Andrew terdengar sangat kaget. You in Hugo family palace? I'm picking you up right now.⁷ "What's wrong Honey?"⁸ Aku muak mendengar percakapan sepasang sejoli ini penuh kemesraan. I told you for tonight not to approach Hugo's residence. Wait me for a moment. Or you quickly find a taxi and go from there.⁹ Suara Andrew gampak panik. Dan di tutupnya telpon secara sepihak. "Dia mulai mencintaiku?" Entah bertanya pada siapa cewek aneh ini. "Semua orang di kediaman Hugo sudah di evakuasi tak ada yang tersisa di sana, termasuk anjing keluargamu. Sungguh sulit meyakinkan nenekmu, tapi akhirnya berhasil juga karena nyokap gue membuat tempat evakuasi mereka semirip mungkin dengan tempat tinggal keluarga Hugo sebelumnya" penjelasannya masih belum bisa aku terima. "Jadi sebenarnya apa yang akan terjadi dengan keluarga Hugo? Apa yang akan Andrew perbuat kepada keluargaku?" Aku membrondong cewek bar-bar ini dengan beberapa pertanyaan. "1 hal prinsip Andrew jika dia tidak bisa memiliki apa yang ia inginkan yang lain pun jangan, entah itu kekasih, atau pun harta. Lebih jelasnya nanti lo tanyakan sama nyokap gue. " jawabnya. beberapa saat kemudian Handphone nya bergetar kembali. Honey suara Andrew sedikit terisak. Are you okay Honey?¹⁰ lanjutnya kembali, selang beberapa lama suara ambulan dan juga seseorang yang memanggil Andrew. Miss Mr. Andrew is injured, please come to the hospital immediately. Mr. Andrew will be taken to the Nearest Hospital.¹¹ Suara orang lain di ujung sana. "Sepertinya gue harus pergi." Ucapnya. "Jadi kamu sengaja bilang sedang di rumah keluarga Hugo untuk ini?" Tanyaku. lagi-lagi dia hanya mengangkat bahu, walau aku tahu dari ekspresinya dia tampak khawatir. Saat Gea akan melangkah pergi, seseorang dengan oembawaan santai dan anggun masuk. "Tante Mira" lirihku "Mom Andrew terkuka karena ulahnya sendiri aku harus jadi kekasih setia bukan?" Pertanyaan Gea sungguh aneh. Ibunya hanya mengedipkan mata dan mengisyaratkan Gea untuk pergi. Sungguh dua kepribadian yang berlawanan. Tante Mira duduk di hadapanku hanya terhalang sebuah meja yang sedari tadi di gunakan untuk menopang dua cangkir kopi. Aku tidak tahu harus berbuat apa, ini pertemuan pertamakalinya setelah puluhan tahun lamanya. "Kamu menunggu lama?" Suaranya anggun dan lembut, "Ah tidak tan, tante masih tampak sama seperti terakhir kita bertemu." Ucapku, ia hanya tersenyum. Itu bukan pujian memang seingatku wajahnya seperti ini saat pemakaman ibuku. Apakah dia tidak menua? Ternyata banyak sekali misteri di dunia ini yang luput dari perhatianku. Tuhan apakah aku yang terlalu b****h atau memang dunia sekejam ini? Entahlah, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk saat ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN