Aku Takut Kehilanganmu

978 Kata
Andrew POV Aku datang ke pesta dengan gadisku, Gea. Gadis Indonesiaku, gadis yang berhasil menyedot perhatianku saat dia marah-marah dan menangis dalam waktu bersamaan karena taxi yang ia tumpangi di tabrak pengendara mabuk, dan mengakibatkan maket yang ia buat hancur, aku yang sedang bosan karena kemacetan yang tiba-tiba merasa terhibur, dia menolakku beberapa kali dan entah kenapa di ulang tahunnya yang ia rayakan hanya bersama teman-teman kampusnya di depan minimarket dengan memakan makanan cepat saji ia menyatakan perasaannya padaku, yah aku memang sering membututinya atau memperhatikannya diam-diam, walau sepertinya itu bukan pernyataan cinta, lebih seperti curhatan antar teman. "I think I love him." Ucapnya enteng "Siapa?" Tanya seorang Indonesia lainnya yang sepertinya "Pria tampan yang katanya CEO AL Company yang sering nongol di kampus sama assistennya." Aku mebelalak saat dia menyebutkan perusahaanku. "Hei kamu sudah menolaknya beberapa kali, bahkan ajakan dia berbicara pun kamu selalu tolak." "Iya, awalnya gue ngerasa CEO mana yang kurang kerjaan dateng buat tebar pesona doang ke gue, gue jadi mikir sebenernya gue siapa? Gue cuman mahasiswa rantau yang nggak punya kedudukan apa pun ini CEO mau deket sama gue parah kan? Gue kan bukan Cinderella." Jelasnya. Aku tidak peduli dengan kata-kata panjangnya, yang aku pedulikan dia suka sama aku. Aku harus memberikan pesan teks dan melihat bagaimana reaksinya. Ku ajak dia bertemu, Hai... Happy B'day¹. Kirimku. Thank's² Balasnya. Ya ampun cuman begitu? Where are you now?³ Tanyaku basa-basi padahal dia tepat berada di belakangku dengan hanya terhalang tanaman tinggi saja. at mini market in front of my flat⁴. Wah, dia jujur. Apa dia tersenyum saat membalas pesanku? Oh tidak. Perasaan apa ini seperti kupu-kupu terbang menggrlitik di dalam dadaku. Ternyata beda rasanya, cintaku untuk Cathy dan gadis ini, ini lebih seperti ke dru* candu banget. can we meet? ⁵ Ajakku. what for?⁶ Jawabnya, astaga dia tersenyum tapi kata-katanya seperti ini? Ada yang salah dengan dia. will you have dinner with me?⁷ Aku usahakan seromantis mungkin. wherefore?⁸ apa-apaan ini balasannya seperti ini? terdengar dia berkata kepada temannya. "Gimana ini? dia ngajakin aku dinner?" Aku menunda untuk membalas, seolah memberi jeda dan ingin tahu reaksinya. "Ya, kalau kamu suka jawab iya aja jangan bertele-tele seperti itu. Nggak jaman cewek jual mahal." Jawab temannya. "Ih, ntar di sangka gue mau sama dia karena dia kaya gituh, karena dia CEO. Gue nggak mau nantinya gue di hina."Jawabnya. Apa arti semua itu, aku harus belajar bahasa kalau perlu seluruh bahasa di dunia. celebrate your birth day⁹ Jawabku. Aku melihat pantulan dia di cermin terbelalak. Okay, Jawabnya singkat. Aku senang bukan main dan tiba-tiba hhujan turun dia melompat ke arah hujan menarik temannya, dia berjingkrak dengan riang dan gembira. Kenapa kelakuannya seperti anak kecil saja? Sebegitu ekspresifnya kah dia? Dia berlari menutu flatnya aku terksesiap saat kaos kedodoron nya mulai rapat ke kulit akibat air hujan dan mencetak bra miliknya warnanya mencolok shocking pink sementara kaos putihnya berubah seolah transparan di guyur air hujan, aku ingin sekali berlari dan memakaikam jaket, sebegitu tidak pedulikah dia terhadap penampilan? aku ingin sekali mengurungnya, itu tidak boleh di lihat laki-laki lain. Walau pun di negara ini wanita berpakaian yang lebih minim dan sexi banyak tapi tidak untuk gadisku, dia hanya boleh memperlihatkannya di hadapanku. Hubungan kami berlangsung baik nyaris tidak ada pertengkaran atau perdebatan, dia gadia yang manis, dia penurut dan penyayang walau pun kadang celetak-celetuk nggak jelas untuk mengekspresikan dirinya, hingga suatu ketika aku di ajaknya ke Indonesia, dan menemukan beberapa hal yang berhubungan dengan Edric, yah sepupuku Edric. Aku memang mempunyai rencana merebut semuanya dari tangan Edric karena aku tidak pernah dianggap ada oleh keluarga mereka, mungkin karena status ibuku yang hanya kekasih bukan istri sah dari anaknya yang di tumbalkan demi Edric. Yah, tumbal ia terbunuh saat perayaan ulang tahun nyonya besar Hugo. Dengan sengaja aku mendekatkan Cathy untuknya karena Cathy adalah boneka ku dia akan bergerak saat aku minta, bahkan saat kecil dia tidak akan makan saat aku lupa menyuruhnya makan, untuk menggali informasi tentang Edric, aku gunakan Cathy. Aku mendapati hal-hal mengejutkan di rumah Gea, aku menemukan photo Edric muda bersama Gea dan dilingkari tanda hati berwarna merah. Jangan bilang Gea mencintai Edric, itu fikirku. Aku bertekad tidak boleh ada yang merebut apa pun yang menjadi milikku. Aku mencintai Gea, Geaku tidak boleh mencintai yang lain. Sialnya emosiku sudha lebih dulu berrindak di banding otakku, aku mulai merencanakan hal ekstrim untuk melenyapkan keluarga Edric sekaligus, termasuk melenyapkan semua anggota keluarga Hugo, aku tak menyangka ternyata Gea adalah sepupu Edric dari pihak ibunya, yah Ibunya seorang Indonesia yang aku baru tahu menjelang perta ulang tahun Cathy, yang aku jadikan hasutan untuk Cathy bahwa Andrew selama ini tidak jujur terhadap keluaranya, sialnya saat pesta Gea malah mengantar Andrew pulang. Pikiranku kacau tidak karuan saat Gea berkata sednag di kediaman Hugo, aku tidak mampu berfikir jernih fasalnya aku merencanakan untuk meledakan rumah itu dengan dalih kebocoran Gas, aku sudha memerintahkan beberapa orang untuk itu, aku sudah merencanakannya satu minggu yang lalu dan malam ini adalah hari nya, dimana aku ada acara pesta sebagai alibi dan semua orang sedang sibuk bersama merayakan ulang tahun Cathy, aku tak menyangka Gea akan pergi ke rumah itu, aku tak menyangka aku kehilangan jejak Gea padahal aku yang mengajaknya untuk datang ke pesta, aku kehilangan dia dalam genggamanku di pesta adikku, harusnya aku tetap bersama dia? Aku tak tahu lagi, aku putus asa, aku menggila, aku takut Gea kenapa-napa, benar saja saat aku sampai ke sana rumah itu sudah terbakar, hebat juga anak buahku melaksanakan semua titahku tepat waktu, tapi Gea? Seseorang berteriak mengatakan ada wanita muda yang sudah tidak dikenali terperangkap wajahnya tertimpa api, hatiku menciut seketika sakit, aku mencoba menelphonenya sambil berlari mendekati teriakan itu, namun api jatuh tepat di punggungku dan seorang pemadam kebakaran me ngambil phonselku sayup terdengar ia berbicara menyuruh seseorang datang ke Rumah sakit untukku, siapa dia? Geaku kah? Gea... Aku mencintaimu, Maafkan aku, aku takut kehilanganmu. Ucapku lirih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN