Harpa baru selesai menelepon. Dia menarik napas panjang. Matanya melirik ke arah Adras, tapi pria itu malah memalingkan pandangan. "Adras, boleh aku minta bantuan?" tanya Harpa. Adras barulah kembali melihat Harpa. Matanya berkedip sekali. Perlahan kaki Adras melangkah menghampiri. "Apa yang bisa saya lakukan?" Harpa menunduk. Kakinya mengusap permukaan pasir. "Isla diteror sama pacarnya. Ternyata Levin, pacar Isla itu kasar. Dan dia sering nyakitin Isla. Aku ada rekamannya yang Dios diam-diam ambil," ungkap Harpa. Dia memutar rekaman itu. Adras mendengarkan dengan seksama. "Ini sudah tindakan kurang menyenangkan. Anda ingin melaporkannya? Tapi di sini Isla yang menjadi korban. Kalau Isla tidak melapor, kita tak bisa melakukan apa pun," jelas Adras. Harpa terdiam. "Masalahnya Isla taku

