"Sore, Om. Sungguh tak disangka Anda datang ke sini," ucap Harpa sambil tersenyum. Pria itu membungkuk di depan putri atasannya. "Silakan masuk, Pak," tawar Adras. Leo, nama pengacara itu masuk dan duduk di ruang tamu rumah Harpa. Sedang Adras pamitan untuk mengganti pakaian agar lebih formal. Hanya Harpa saja yang cuek mengenakan kaos dan celana panjang. "Om, apa kabar?" tanya Harpa. "Saya baik, CEO. Senang melihat Anda selalu dalam keadaan sehat. Saya datang ke sini karena banyak hal yang harus saya bahas dengan Anda," ungkap pria itu. Harpa menaikan sebelah alis. Tak tahu kenapa setiap Leo atau Thyon ingin bicara dengannya, pasti jantung Harpa berdegup. Seakan hanya kabar buruk yang mereka ungkapkan. "Katakan saja, Om. Aku sudah siap mendengarkan. Tolong langsung saja pada intinya,"

