Pagi itu rara terburu-buru menuju kantor,…mobil yang rara bawa tiba-tiba terjebak sebuah macet. Akhirnya karena rara mau menghadiri sebuah rapat penting, rara pun memutuskan memarkirkan mobilnya kesebuah parkiran, dan segera memanggil ojek,…. Setibanya di tempat kerja,…rara pun turun dari ojek tampak sangat kusut akibat hembusan angin yang membuat rambutnya acak-acakan, akhirnya ia pun memutuskan untuk ke kamar mandi sebentar untuk merapikan pakaiannya yang kusut, setibanya di kamar mandi tanpa sengaja rara mendengar ucapan seorang wanita dari salah satu bilik makar mandi
“ia sayang….aku udah sampai,…makasi ya udah anterin aku…..,
“nanti siang jemput aku ya,….aku mau kamu kamu jemput aku ……
“y , I love u sayang….”
Tiba-tiba wanita itu keluar
“loh,…kamu?”
“ia kok kamu di sisni?”
“oh saya,….kerja di sini?”
“ooh berarti kita satu kantor donk?”
“ia…. Saya bagian pemasaran mbak…”
Oya jangan panggil mbak donk, panggil saya rara, kita seumurankan?”
“hahaha,..ia gue anindita…, gue baru masuk ke perusahaan ini ra, kira-kira sekitar satu minggu lalu….”
“Oh…. Gtu…dulu emank kerja di mana….”
oh dulu saya kerja bagian pemasaran tiket travel di Bali ra”
“ooh gitu,…kok bisa pindah..?”
“hehehe….” Dita hanya tersenyum
“oh….gtu, y udh deh,…selamat bergabung y …dita… nanti kalau ada perlu jangan sungkan-sungkan untuk bertanya”
“ia ra , makasi”
Pembicaraan itu pun terhenti begitu saja……rara pun langsung menuju ruangan untuk melaksanakan rapat.
Saat pekerjaan selesai, rara pun berniat mw menelpon devin
Kring…kring..kring
“hallo , ada apa ra?
“sayang,….kamu ada waktu gak hari ini?”
“hari ini kayak nya gk bisa deh sayang,….hari ini aku mau menjemput saudara kembar aku ke bandara”
“saudara kembar mu pulang?”
“ia sayang”
“bolehkah aku bertemu dengannya?”
“boleh, tapi nanti y sayang,….kalau dia mw bertemu,…soalnya dia itu beda banget dengan aku sayang,…dia orang nya dingin banget apalagi sama cewek”
“dingin gimana?”
“nanti kamu juga tau kok, y udh aku tutup dulu y sayang, kamu hati-hati”
“ok sayang”
Telpon itu di tutup devin, rara jadi penasaran dengan saudara kembar devin ini, apakah betul orangnya sedingin yang devin katakan, padahal setau dia devin orang yang baik, murah bergaul, suka bercanda, raja gombal lagi, masa’ kembarannya sangat jauh berbeda padahal mereka kembar,…seharusnya mereka tidak terlalu jauh perbedaannya.
Karena rara tidak ada rencana hari ini , maka ia pun memutuskan untuk pergi ke café papanya,,,,sesampainya di sana, ia pun langsung menuju ruangan orangtuanya
“hai pa, ma…..”
“rara….kamu cepat pulang kerjanya hari ni?”
“ia ma,..hari ni aku mau bantuin mama sama papa "
"apa kamu gak capek sayang?”
“enggak kok ma,….rara gak capek,…sini rara bantuin…..”
“ok kalau begitu sayang” sambut papa
Rara tampak sibuk melayani beberapa pelanggan….tiba-tiba seseorang tidak asing mengejutkan pandangannya,….
“itukan anindita….” “dia sama siapa ya…., apa itu pacarnya?, yang ia telpon tadi pagi?”
“ah aku ini apaan sih,…kepo banget,….tapi badan cowok yang menghadap dita itu kok kayak aku kenal banget ya…”
“aku kepo banget deh…”
Rara semakin penasaran…..ia diam-diam mendekat kearah anindita,…sambil membawa menu makanan…tiba-tiba jantung rara hampir copot ketika pria yang ia lihat Bersama anindita ternyata adalah devin kekasihnya.
“devin…… dita….” “kalian……????”
“sayang……kamu jangan salah paham ya sayang….aku…”
Rara merasa sakit hati,….ea pun langsung meletakkan menu makanan itu dan langsung pergi keluar café, namun devin dan dita pun langsung mengejar rara.
“sayang dengarkan aku dulu….”
“buat apa devin…?”
“rara dengarkan devin dulu”
“apa yang harus aku dengarkan dita…?”
“rara…dengar dita ini pacarnya kembaran aku kevin…..”
“bohong…..”
“benar rara,…aku pacarnya kevin,….dia baru saja pulang dari Bali,…”
“jadi kenapa kamu berdua duduk di sini?”
“kami lapar jadi kami makan dulu sebelum menjemput kevin dari bandara”
“jadi…itu benar?”
“benar sayang…aku gak bohong”
“ok, aku percaya kamu,…..”
“tapi kamu kok disini….”
“oh ia aku lupa memberitahumu,…kalau ini café ayahku…”
“oh… begitu….”
Tiba-tiba telpon devin berbunyi…
Kring;;;kring;;;kring
“ya bg,…kamu udh sampe,…? Oke aku segera kesana”
“ra aku jemput kevin dulu ya……, aku pergi sama dita gak pa2 kan,….?”
“ia aku percaya kok,…tapi devin ingat lah kepercayaan seorang wanita itu susah untuk di dapatkan,..maka jangalah kepercayaanku ini dengan baik”
“ia sayang, kami jalan dulu”.
“ia hati-hati”
Rara saat ini antara percaya atau tidak kepada devin,…tapi satu yang membuat rara masih mempertahankan devin, karena dia masih mencintai devin.
**************
*DEVIN
“dita……kamu kok memilih cefe itu sih?”
“ya mana aku tahu itu café milik ayahnya rara”
“hampir saja kita ketahuan”
“tenang sayang,….selagi kita berada di titik kelemahan rara, dia tidak akan mengetahui hubungan ini”
“tapi kalau dia curiga bagaimana?”
“tenang saja sayang,…makanya kamu sih,…kenapa juga msih mempertahankan dia….”
“aku belum sanggup,….rara terlalu baik buat ku sakiti,…aku takut menyakiti hatinya”
“ya tapi semakin lama kamu membohongi dia,…maka akan semakin besar luka yang akan ea terima,…apa kamu tidak memikirkan perasaanku juga?”
“aku mencintai kamu sayang,…apa yang kita lalui di bali apa belum cukup membuktikan bahwa aku sangat mencintai mu?”
“ia sayangku…., tapi bagaimana dengan mas kevin?”
“kita harus menceritakan semua kepadanya”
Dita hanya mengangguk….
Sesampainya di bandara…..devin pun memasukkan barang-barang kevin ke bagasi mobil,
“loh,….dita, lo udh di sini rupanya?”
“ia bg,….aku nyusul devin….”
“ooh,…”
“ayo kita pulang”
Mereka pun bergegas pulang ke rumah mereka.
************************
*RARA
Di rumah rara terlihat memperhatikan hp nya yang sampai saat ini belum berdering, ia berharap devin menelponnya,…karena tidak sabar ia pun berinisiatif untuk menelpon devin dahulu.
Kring;;;;kring;;;kring;;;;kring
Hp devin terus berbunyi, tapi devin terus tidak mengangkat telpon itu sebab ia sedang berada di kamar mandi,…kevin yang tak sengaja mendengar hp itu berbunyi langsung mengangkat hp itu,…
“hallo…..”
rara tersentak kaget, terdengar suara yang begitu dingin mngangkat hp devin
“devin…..ada?”
“devin lagi di kamar mandi”
“oh,…kalau boleh tau ini siapa ya mas?”
“ini abg nya devin,..ini siapa?”
“saya rara mas, pacar devin”
Tiba-tiba hp itu di Tarik oleh devin
“hallo sayang ada apa?”
“itu tadi mas kevin ya sayang?”
“ia sayang” (sambil menarik tangan kevin untuk keluar dari kamar nya)
“aku kangen kamu….sayang…boleh gak besok kita jumpa sekalian jumpa sama mas kevin juga?”
“sayang,…mas kevin lagi sibuk,…dia belum bisa di jumpai sayang, nanti kalau waktunya udah tepat pasti aku jumpai sma kamu kok sayang”
“tapi besok kita bisa jumpa kan?”
“bisa kok sayang”
“… oke deh….. sayang, kalau begitu selamat malam y sayang”
“ra..ra…ra..”tut..tut..tut (hp di tutup rara)
“pasti rara sangat kesal sekali”
“devin….devin….aku mau bicara, keluar sebentar” (teriak kevin dari luar kamar)
“ia bg bentar”
Devin keluar,…..menuju ruang tamu
“ada apa bg?”
“devin, siapa lagi wanita itu…, bukankah kamu sudah dengan si dita itu?”
“dia rara bg,…., dia pacar aku”
“apa …..? devin, apa kamu tidak sadar, perbuatan kamu ini sangat buruk, jangan suka mempermainkan hati wanita,….kalau si rara itu tau kamu udh selingkuh dengan dita bagaimana perasaannya….kamu mikir gak?”
“bg,…maaf kan aku,….sebenarnya aku mau jujur kepadanya, tapi aku tidak tega melihatnya bersedih, karena aku tahu, dia sangat mencintaiku.”
“tapi kamu tahukan ,…ini sangat berbahaya….”
“ ia bg aku tahu”
“aku tidak mau ya,..ikut campur masalah kamu kali ini, sudah cukup,…masalah -masalah dulu , aku bantuin kamu,..sekarang kamu urus sendiri “ (kevin pun meninggalkan devin”
Keesokan harinya, rara dan kevin pun bertemu di sebuah restoran
“ sayang,..papa mau ketemu kamu”
Spontan devin tersendak,….ketika mendengar ucapan rara
“ayo minum sayang, makan nya pelan donk,….”
“papamu ingin jumpa aku?”
“ia sayang, kamu mau kan…menjumpai orangtuaku,…katanya kamu cinta sama aku, sayang sama aku, masa’ orangtuaku kamu gk mau jumpai….”
“bukan begitu sayang….aku belum siap aja”
“apa kamu mau aku di jodohin?”
“di jodohin?”
“ia, papa bilang kalau aku tidak memperkenalkan pacarku padanya , maka ia akan menjodohkan aku pada anak temannya.”
“eee..nggak donk sayang….”
“makanya kamu harus temui mereka donk, bilang kalau kamu pacar aku”
“ooo..oke tapi kasi aku waktu y sayang “
“ia kapan?”
“minggu depan y sayang?”
“oke,…nanti aku kabari papa,..kalau kamu akan menjumpai mereka minggu depan”
“ia sayang, ayo lanjutin dulu makannya”
“ia sayang”