Malam itu rara pulang begitu larut dari kantor, lalu rara membuka pintu rumah perlahan, rara pun masuk , rumah dalam keadaan gelap, tiba-tiba seseorang menghidupkan lampu, sehingga rara terkejut sekali…
“astaga…., papa….. mengejutkan rara saja”
“kamu sih, kenapa jam segini baru pulang”
“rara lembur pa”
“ya ampun, jaga kesehatan donk ra, kamu masih muda, kerjanya jangan di paksa gitu, nanti sakit papa sama mama mu juga yang repot”
“ia, pa, Besok, ada rapat, makanya rara lembur menyiapkan proposal untuk besok”
“ia, papa tau…. Oya…. Bersihin badan kamu dulu, temui papa di ruang tamu ada yang mau papa bicarakan,…”
“ia pa”
Selesai rara memebersihkan badannya, ia pun menjumpai papa nya di ruang tamu.
“pa . Apa yang mau papa bicarakan?”
“rara, kamu kan tau,…papa sama mama mu ini sudah tidak muda lagi, dan kamu juga tau kamu adalah anak satu-satunya kami, Dan kamu pun tau usiamu pun udah 25 tahun, jadi papa rasa , papa dan mama mu…ingin sekali kamu secepatnya menikah dengan laki-laki, yang benar-benar kamu cintai”
“tapi pa……”
“tapi kenapa lagi sayang, papa kan sudah meminta agar kamu mengenalkan pacar kamu itu kepada papa dan mama, jdi tunggu apa lagi, segera lah kamu membawanya kerumah”
“tapi pa,…rara …..rara”
“apa kamu belum punya pacar?”
“bu..bukan bukan begitu papa”
“terus apa sayang?”
“rara belum lama mengenal laki-laki ini pa, jadi kasi rara kesempatan agar rara mengenal laki-laki ini lebih dalam lagi, agar rara tidak ragu untuk menjadikan dia suami rara nantinya pa”
“ooh, jdi itu sebabnya…kamu belum mengenalkannya kepada kami?”
Rara tertunduk saja…..mendengar ucapan papanya
“ok,,…kalau itu alasan mu,….maka papa kasi kamu waktu satu bulan untuk mengenal dia lebih dekat”
“papa serius?”
“ia sayang…”
Rara memeluk papanya , dia tampak bahagia, karena papanya sudah mengerti perasaan dan alas an nya sekarang ini.
Malam itu rara tampak sangat bahagia,….karena dia tidak lagi merisaukan papanya yang akan selalu memaksanya mengenalkan pacarnya kepada mereka, walaupun waktu yang di tentukan papanya hanya satu bulan.
Rara pun menelpon devin…malam itu
“hallo sayang…..”
“ia sayang, kamu belom bobok?”
“belom sayang, aku kepikiran kamu terus,…besok jumpa lagi yuk….?
“boleh,…kita jumpa dimana,..dan jam berapa?”
“di taman belakang kantorku saja, makan siang nanti y sayang”
Ok,….i love u rara”
‘I love u too sayang ku,..ummmah….mimpi yang indah”
Ummah,…ia sayang”
Telpon itu di tutup rara dengan perasaan yang sangat bahagia. ia pun tidur dengan senyuman terukir di bibirnya, berharap mimpi indah menghampiri tidurnya.
Keesokan harinya…..rara tampak ribet sekali mengurus berkas-berkas yang mau ia bawa saat rapat …..hampir berjatuhan….tiba-tiba seorang wanita cantik berhenti dihadapannya….untuk membantunya mengambil berkasnya yang hamper berjatuhan.
“aduh…maaf mbak. Ini berkasmu hampir jatuh,..kelantai, nanti kotor”
“aduh makasi ya mbak…..untung aja kalau gak berkasnya kotor”
ia sama-sama mbak, saya permisi”
ia mbak,…sama-sama, sekali lagi terima kasih.”
Rara pun masuk keruang rapat, rapat kali itu berjalan dengan lancar sekali. Rara memenangkan tender tersebut. Bos rara sangat puas dengan hasil kerja rara, karena tender kali ini membawa keuntungan yang sangat banyak untuk perusahaan . bos rara sampai memberikan rara bonus gaji dan pocer tiket liburan ke bali untuk rara.
“pak,….bonus gaji ini aja udah banyak ,….saya berterima kasih sekali ….jadi tiket liburannya,…. Gak usah pak,…saya takut karyawan lain merasa cemburu kepada saya”
“rara ini hasil kerja kamu, saya tau kamu sampai lembur menyiapkan proposal ini, jadi ini adalah hadiah dari apa yang sudah kamu kerjakan”
“tapi pak,…itu terlalu banyak”
“rara,….setiap karyawan di sini memenangkan tender juga saya berikan hadiah seperti ini, karena saya merasa,…hadiah ini adalah motivasi buat karyawan lainnya,…agar lebih serius,…untuk meningkatkan kwalitas kerjanya”
“ia pak saya mengerti,..tapi bisakah saya nanti saja mengambil pocer liburannya?”
“kalau itu keputusan mu,…tidak apa….tapi nanti kalau kau membutuhkannya segera hubungi saya”
“ia pak, terima kasih.”
Rara tampak bahagia mendapatkan hadiah itu,…tapi rasanya untuk liburan saat ini adalah hal yang bukan harus ia lakukan, karena yang perlu ia lakukan adalah mengenal devin lebih dekat dan harus mengetahui keluarganya juga.
*********
Siang itu rara pun bertemu dengan devin di taman belakang kantor,…..devin tampak sedikit terlambat sekali…. Tampak ia tergesa-gesa mendatangi rara ke arah taman….
“ra,…sudah lama?”
“ia, kamu dari mana aja?”
“tadi macet sayang”
“kita makan yuk,…di kantin kantor aja” ajak rara
“jangan di sana ya sayang,….”
“loh kenapa sayang, apa kamu takut teman-teman ku tahu kamu pacar ku?
“bu ..bukan begitu sayangku”
“terus apa donk”
“aku mau ajak kamu ke suatu tempat”
“kemana sayang”
“ada deh….kamu ngikut aj,..ok”
“Ok deh”
Devin pun membawa rara ke sebuah rumah …..yang tampaknya rumah itu adalah rumah devin…tampak seorang satpam….membukakan gerbang sambil mengucapkan “selamat datang tuan devin”
Rara tampak senang karena devin akhirnya membawa nya kerumahnya.
“sayang…apakah ini rumahmu?”
“sayang, kamu kan minta agar aku membawa mu ke rumah ku…jadi hari ini aku mw membawa mu ke rumah ku….apa kamu senang?
“senang donk sayang…..sangat senang”
“mari kita masuk” ajak devin
Mereka pun masuk ke dalam rumah yang mewah bernuansa putih itu. Rumah itu tampak sangat elegan,…tampak bahwa devin dari kalangan orang kaya.
“sayang ayo masuk”
“ia”
“inilah rumah aku…….aku disini tinggal Bersama saudara laki-laki ku….”
“saudara laki-laki?”
“ia aku belum pernah menceritakannya padamu ya?”
Rara menggeleng….
“oh ia, maafkan aku ya sayang…..sebenanrnya aku bukan mau menyembunyikan sesuatu kepadamu,…tapi waktunya saja belum tepat dan hari ini,…aku mau menceritakan semuanya padamu….”
“ia gk pa2 sayang,…aku siap mendengarkan semua ceritamu”
“rara sayang ada hal yang sebenarnya tidak kamu ketahui….”
“apa itu sayang?”
“ini tentang orangtuaku….sebenarnya, ayah ibu ku yang tinggal di luar negeri itu adalah ayah dan ibu angkat ku…..”
“apa?”
“ia sayang, maafin aku tidak menceritakan sebelumnya padamu”
“lalu orangtuamu?”
“orangtuaku,….sudah lama meninggal semenjak kami berada di bangku SMA”
“MENINGGAL,….maafkan aku sayang aku tidak tahu”
“tidak apa-apa., ini salah ku juga tidak memberitahu mu”
“jadi apa yang terjadi sayang”
“aku sebenarnya mempunyai saudara kembar…..sayang…”
“apa????”
“maafkan aku aku juga tidak memberitahu mu”
“devin,….sudah hampir satu tahun lebih kita pacaran….bahkan aku tidak mengetahui bahwa pacarku mempunyai saudara kembar…..”
“ia sayang maafkan aku,…ini terjadi karena saudara kembar aku itu tinggal di bali,….menjalankan perusahaan travel kami di sana”
“lalu…..apakah tidak ada waktumu memberitahu aku rahasia sebesar ini?”
“ia sayang maafin aku”
“sayang aku maafin kamu,…tapi aku mw kejujuran dari mu,…aku mau mngenalmu lebih dekat,..karena aku mencintaimu”
“ia aku tau sayang,…makanya hari ini aku memberi tahu mu”
“makasi ya sayang , sekarang aku udh lega,…dan aku semakin percaya dan cinta padamu”
Devin pun memeluk rara sangat erat. rara pun semakin yakin…bahwa devin layak di kenalkan kepada orangtuanya.
Rara semakin yakin dengan keberanian devin mengungkapkan siapa dia,…dan siapa keluarganya,…..rasanya rara tidak sabar,….menceritakan hal ini kepada orangtuanya,…tapi rara tidak mau gegabah,….ia masih punya waktu beberapa minggu lagi untuk mengenal devin lebih dekat dan dekat lagi.
Sesampainya di rumah rara bahagia sekali,…ia sambil senyum-senyum saat makan malam Bersama papa dan mamanya
“ra….. ra…rara” teriak mamanya
“eh …ada apa ma?”
“kamu kok senyum-senyum sendiri?”
“eh gak da kok ma,…lagi senang aja,…hari ni menang tender dan rara dapat hadiah bonus dari perusaaan”
“wah…selamat y sayang” “ia ma, pa ” mereka tampak bahagia mendengar berita itu.
************