5. AWAL PERTEMUAN

1560 Kata
Pagi itu papa dan  mama bertanya lagi pada RARA …… “rara , jadi kapan rencana nya papa dan mama bertemu dengan pacarmu itu?” “pa , ma  rencana nya minggu depan ” “ok , papa tunggu ya” “ia jangan sampai lupa” tambah mama “ia pa , ma.., rara janji” “y , udah papa sama mama pergi dulu ya,….” “hati-hati ya , I love you…” “ I love you to sayang “ sambut mama                                                                 ****** *RARA “(papa dan mama udah gak sabar bertemu dengan devin, tapi kenapa aku sedikit ragu ya, soalnya devin terlihat sedikit mencurigakan, kenapa dia sepertinya menunda-nunda bertemu papa dan mama ya?” , aku kwatir sekali , aku takut, nantinya kecewa dengan jawaban yang akan keluar dari mulut devin, dan jawaban itu juga akan menyakiti hati orangtuaku, ya ALLAH , bantu aku, aku takut sekali “)  “(aku berharap semoga baik-baik saja , semoga devin memberikan aku jawaban yang sesuai dengan keinginanku, karena aku yakin dan aku mencintainya)” Rara pun berangkat ke kantornya, tiba-tiba di tengah perjalanan mobil yang rara kendarai , bannya bocor. Rara pun turun dari mobilnya. “aduh, ban pakai bocor segala…., mana aku gak bawa ban serap lagi,….aku harus buru-buru ke kantor lagi, takut ada metting dadakan, aku harus cari ojek deh dekat sini” Rara menoleh kekanan dan kekiri…..tiba-tiba ia melihat sebuah pangkalan ojek, ea buru-buru mengambil barang-barangnya dari dalam mobil, dan segera menelpon tukang bengkel untuk menjemput mobilnya pakai mobil derek………., setelah itu ea pun berjalan menuju pangkalan ojek….tiba-tiba ketika rara ingin menyeberang ,…..sebuah mobil tiba-tiba saja melaju dengan kencang ke arah rara yang sedang menyeberang jalan…rara pun terkejut, ea teriak histeris… “aaaaaaaaaaaaaa…………………” bruk….k….k…k…k Rara tertabrak,…..dengan spontan orang-orang berlarian ke arah rara yang sudah tergeletak,….orang-orang menyuruh pemilik mobil yang menabrak rara untuk turun,…dan laki-laki itu adalah KEVIN, ya KEVIN ADMATJA. “hei cepet turun!” “ia tanggung jawab lo, cepat bawa wanita ini ke rumah sakit” “ia…ia mas….” Kevin pun menggendong rara yang pingsan masuk ke dalam mobilnya, ea pun cepat-cepat membawa rara ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit,….kevin pun menunggu dokter memeriksa rara di ruang IGD. Setelah kurang lebih setengah jam, dokter pun keluar dari ruang IGD. “Bagaimana dokter……apa dia baik-baik saja?” “begini ada yang mau saya bicarakan kepada anda,…ini masalah serius…” “apa itu dokter” “apa anda saudara pasien?” “kenapa dokter?” “karena ini adalah masalah serius,…..dia mengalami pendarahan di bagian kepala, jadi harus segera di operasi, untuk menyelamatkan nyawanya…” “apa dokter?, oprasi…?” tanya kevin terkejut “ia,…apa anda saudaranya, kalau bisa silahkan tanda tangani surat ini, agar kita segera melakukan operasinya” “ia dokter lakukan,…yang terbaik, secepat mungkin,….saya….saya ini….saya tunangan nya dokter, apa saya berhak menandatanganinya?” “ia boleh, silahkan saudara menandatangani surat ini, kemudian langsung ke bagian administrasi, agar proses operasi bisa secepatnya bisa di lakukan” “ia baik dokter” Kevin pun bergegas ke arah, administrasi…..dan proses operasi pun siap di laksanakan.    “(ya TUHAN tolong selamatkan wanita itu,…kalau terjadi apa-apa padanya,… aku akan sangat merasa bersalah sekali)” kevin berdoa dalam hati nya sambil menunggu di depan ruang operasi. Tiba-tiba seorang suster datang menghampiri kevin dan menyodorkan sebuah tas pada nya. “maaf mas, ini tas wanita yang  tertabrak tadi” “oh…ea sus,…makasi” “aku harus mengecek alamat wanita ini,….” Kevin langsung membuka tas rara,….tampak sebuah dompet dan hp, kevin langsung membuka dompet itu, “RARA SANJANI”  ALAMAT, KOMPLEK BINAS NO 10,  “ “SELESAI OPERASI INI AKU HARUS DATANG KE RUMAH NYA” “OH ADA HP,…..( KEVIN MEMBUKA HP ITU,…TAPI HP ITU PAKAI SANDI) “ADUH TERKUNCI LAGI,…GIMANA MW MENGHUBUNGI KELUARGA NYA ….” KEVIN BERBICARA SENDIRI,…EA NAMPAK STRESS MEMIKIRKKAN MASALAH INI. Tiba-tiba hp kevin berbunyi, ternyata Devin menelpon, “hallo , ada apa devin?” “abg di mana?” Kevin tidak mw devin mengetahui musibah yang sedang ea hadapi,..ea ingin menyelesaikan masalah ini sendiri, ea pun berbohong kepada devin. “aku lagi di tempat teman kerjaku,…membahas travel,…ada apa ?” “enggak aku tadi Cuma mw nanya,…aku gak sengaja lihat mobil kamu tadi lewat, kamu melaju sangat kencang,…aku takut saja sesuatu terjadi padamu” “oh,…gak ada apa-apa…aku Cuma terburu-buru saja tadi,…soalnya ada yang mau aku kerjakan bersama temanku” “ooh begitu…ok deh bg,…., kamu hati-hati y” Kevin langsung menutup telpon dari devin, ea tidak mau adiknya terlibat masalah yang sedang hadapi. “maafin aku devin….situasinya lagi tidak memungkinkan, biarkan aku menyelesaikan sendiri masalahku” Kurang lebih  dua jam,,,,….kevin menunggu . tiba-tiba dokter itu pun keluar  dari ruang operasi . “bagaimana dokter…apa dia baik-baik saja?” “ia….operasinya berjalan lancar, kita hanya harus bersabar menunggu dia sadar , karena operasi yang baru saja dia alami,…memungkinkan ea akan sadar dalam beberapa hari” “alhamdulillah….ea makasi ya dokter” “ia…setelah ini anda bisa menemui nya ke ruangan , karena kami akan segera memindahkannya dari ruang operasi” “ia dokter , terima kasih “ Kevin hampir bersujud syukur, sangkin senangnya, ea sangat takut apabila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kepada wanita itu yang ea kenal nama nya rara sanjani.                                               ************************* Setelah masuk keruangan , kevin menatap wajah rara sangat dekat…..ea sangat kwatir sekali kepada rara,…. “rara……maafin aku,…karena aku sudah menabrak kamu, sehingga kamu mengalami hal seperti ini,….ya ALLAH , TOLONG selamatkan dia” Kevin memegang tangan rara sangat erat, di elusnya tangan rara yang mulus itu, hingga akhirnya kevin sangkin lelahnya, ia pun tertidur di samping tempat tidur rara. Hingga sebuah bunyi handphone membangunkan tidurnya, ea menoleh ke arah jam tangan,…tampak pukul 08.00 malam, ia melihat hp yang berbunyi itu, dan ternyata itu hp rara, kevin terkaget,…ketika kevin melihat ayah rara menelpon, kevin pun dengan sigap, dengan cepat mengangkat telpon itu. “hallo,…rara sayang…kok kamu belum pulang nak,…ini sudah jam berapa?” “hallo om…..” “loh,…kamu siapa, mana anak saya, apa kamu pacarnya rara?” “bu bukan om,…tapi rara sedang mengalami kecelakaan om,….” “aaaapaaaaaa?” Papa rara hampir jatuh dari duduknya, mama rara pun menariknya… “ada apa pa?” “rara kecelakaan ma” “ya ampun rara” papa dan mama rara menangis dengan histeris “sekarang rara dimana nak?” “sekarang rara ada di rumah sakit sejahtera om” “apa dia baik-baik saja nak?” tanya mama rara “ia tante rara baik-baik saja, tapi saat ini dia belum sadarkan diri” “ia baik, kami segera ke sana, tolong jagakan dia buat kami ya nak” “ia tante om” Telpon itu di tutup oleh  kevin.  kevin sangat merasa bersalah, apabila orangtua rara tau bahwa kevin lah yang sudah menabrak rara, maka betapa bencinya orangtua rara nantinya kepada kevin. Sepengetahuan mereka kevin lah yang sudah menolong rara dari kecelakaan itu , tapi kenyataannya kevinlah yang sudah menyebabkan rara harus operasi dan sampai saat ini belum sadarkan diri. Kevin terus mondar-mandir di depan ruangan rara,…tiba-tiba mama dan papa rara pun datang “nak,…bagaimana rara?” “dia ada di dalam om , tante, ayo masuk ke dalam om, tante” “rara…….rara sayang” papa dan mama rara menangis histeris melihat kondisi anak mereka. “apa yang sudah terjadi nak?” “rara mengalami pendarahan bagian kepala om tante,…jadi dia harus dioperasi, dan alhamdulillah operasi itu sudah berjalan dengan lancar, dan sekarang kita sedang menunggu rara untuk sadar” “ya ampun sayang…..kenapa ini bisa terjadi nak,….sadarlah sayang…mama sangat mengkwatirkan mu” “ia sayang, papa sayang rara,…..papa janji papa tidak akan paksa-paksa rara untuk mengenalkan papa pada pacar rara itu lagi ,….papa janji tidak akan menjodoh-jodohkan rara lagi, ayah janji, sadarlah nak” “om tante,…sabar y ….saya mohon maaf sekali lagi…” “kenapa kamu minta maaf nak,…kamu sudah menolong rara anak saya,…keputusanmu, untuk melakukan operasi adalah hal yang baik, untuk menyelamat nyawa anak saya , yang sangat saya sayangi ini” “tapi om, tante ,…saya” Belum sempat berbicara suster datang ke ruangan tersebut “maaf bapak/ibu….dokter mau berbicara dengan keluarga pasien” “oh ia saya orangtuanya, “ “nak,..tolong jagakan rara sebentar ya,..kami mau menjumpai dokter dulu” “ia om , tante “                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN