Tanpa ia ceritakan versi lengkapnya pun sidah pasti Gleen mengetahui semuanya. Benar benar semua mua hal yang sengaha Raina hilangkan dari cerita. Ia mengetahui itu sangat jelas. Karena, tingkah laku Gleen sekarang yang malah meninggalkannya sendiri di kamar berukuran luas ini. Itu semua dilakukan sengaja agar, membuat Raina tenang dan bisa menangis sesuka hati. Akan tetapi, kenyataannya malah Raina sedang asyik menatap layar ponsel dengan ibu jari yang bergerak ke bawah terus terusan. Sorot matanya fokus melebihi orang yang sedang belajar, tangannya juga demikian, sibuk mencari sumber untuk menjelaskan semuanya. Seketika ia mendekap mulutnya, membulatkan matanya dan sedikit berteriak. Ia tak abis fikir dengan hal yang barusan ia baca, "Emang semua cowok sama aja." "Gue beda." "Kare

