Lama kelamaan Raina semakin dalam mengingatnya, semya kejadian kemarin terinci jelas dalam ingatan membuat dirinya lemah tak berdaya hingga Kak Febi sulit untuk membangunkan dia. Sudah berbagai macam cara ia lakukan. Mulai dari mengoleskan minyak angin oada hidung Raina, meniup telinga, hingga menabok pelan pundaknya. Namun, naas. Cewek itu tak kunjung bangun. Membuat Kak Febi panik dan langsung menelfon Gleen agar membantu dirinya. Akan tetapi, belum ada suara balasan dari Gleen tiba tiba terdengar suara parau dari Raina. Sedikit membuat Kak Febi tenang namun diiringi tabokan, "Sakit lho kak. Kasar banget si sama model sendiri." Eluh Raina sembaru mengusap lengenya. Ia melihat sejenak lengannya, menatap mata Kak Febi dengan tajam, "Kalo nyeplak diomelin Hima lho kak. Ada ada bae lagia

