"Nay, bangun. Udah pagi." "Apasih, masih malem. Ini aja masih gelap." Ia membuka matanya sedikit, melihat ke arah jendela untuk memastikan. Tapi, penglihatannya tak bisa menjaukau ke arah sana. Kepalanya masih pening, membuat ia memilih memejamkan matanya kembali. Namun, kakinya masih merasakan goyangan entah dari siapa. Langsung saja ia menekuk dan meringkuk. Merasa diabaikan, membuat goyangan itu terhenti, kilas senyum tampak di wajahnya. Terlihay sedikit walaupun, saat itu ruangan gelap gulita. Kepulan asap masih melayang layang di udara, tidak ada udara segar di ruangan itu. Jendelanya lupa dibuka maklum, ketiga penghuni mash terlelap pada mimpinya masing masing setelag malam panjang mereka. Entah berapa belas botol minuman telah masuk ke kerongkongan, entah berapa belas kemasan cu

