Dering ponselnya sudah bisa ditebak oleh Raina. Syara kgas dirinya terdengar begutu merdu dijadikan nada dering. Dan, hanya orang itu yang mempunyai dering beda dari orang lain. Raina, langsung melihat layar ponsel dan mengangkat panggilan, "Gue di depan. Buru." "K." Ia membalas singkat dan lekas berjalan. Matanya mantap melihat lurus ke depan. Rupanya, orang itu memang sudah sampai seperti ucapannya tadi. Syukurlah,kali ini Raina tidak dipermainkan. "Udah siap?" "Bisa dibilang gitu." Balas Raina memakai sabul pengaman. Orang di kemudo menoleh menatapnya, "Makasih lho,Rey mau direpotin sama urusan wo terus." "Its oke. Lo kan tau kalo gue seneng jadi model. Apalagi, jadi model busana pengantin. Banyak manfaatnya tau." Sahut Raina. "Syukur deh kalo gitu. Jadi kan kita simbiosis mutuali

