Mungkin gambaran indahnya surga akan lebih dari pandangannya sendiri, banyak bidadari berkeliaran kesana kemari, banyak anak anak kecil bermain di taman ditemani eh orang tua mereka dengan rasa yang sangat bahagia. Semua itu membuat lengkung senyum melebar sempurna. Kicauan burung lebih terdegar jelas di sini, membuat Raina menoleh dengan tangan yang terangkat. Kurrrr kurr kurr, ia mengajak main burung itu. Sementara ia melakukan itu terus, burung tersebut malah tak acuh. Tak menghiraukan Raina, menoleh saja tidak. Apalagi ikut bersiul dengannya. Hmmm, Raina mendengus kesal dan berbalik arah. "Raina jelek. Raina harus bangun." "Hey!" Bentak Raina yang tiba-tiba. Ia melipat tangannya, "Kau tuh bukan burung beo, kelihatannya. Kenapa nyerocos kayak burung beo begitu?" Tanyanya bingung.

