"Ini, Mbak makanannya." "Makasih, Mbak." Balas Raina dengan senyuman. Buru- buru ia menyalakan ponselnya lagi, mengirimkan banyak buble chat pada Rafli kembali. Tak lupa dengan emotikon berbentuk hati dan emotikon cium secara virtual, "Lo mau ngapain ke kantor gue? Kan kita ntar ketemuan di rumah." Lagi lagi ekspektasinya hancur, buyar berantakan, "Emang sih kita ketemuan di rumah tapi, kalo kamunya gak pulang gimana kita bisa ketemu?" Balas Raina dengan bulir air mata yang kembali menetes, "Drama." Singkat padat menusuk. Pesan dari Rafli tidak dibalas oleh Raina. Hatinya cukup dibuat sakit. Ia menatap sushi set yang harus ia habiskan.Tangannya mengelus perutnya yang terlihat sedikit membuncit, "Anjir. Ya kali gue makan lagi. Mana tadi pagi engga jogging." Lagi lagi Raina menghardik

