Noumi berdoa semoga keputusannya kali ini tidak akan salah dan kembali seperti masa lalunya. Meskipun ini hanya pernikahan kontrak saja.
Lepas dari salah satu tokonya di mall pusat kota ia berniat untuk ke kantor Bayu, saat di lorong parkiran mall ia kembali lagi bertemu dengan Rama yang sudah menghilang 2 Minggu ini.
" lupakan saja Ram, gue udah mau nikah lagi 2 Minggu lagi." Noumi terus berjalan ke arah mobilnya seperti enggan untuk melihat Rama.
Rasa di hatinya untuk Rama telah hilang sudah saat ia sudah menjadi Noumi Manohara bukan lagi Arumi Prayudho. Kenangan masa lalunya begitu membuat ia trauma sampai ia tidak berani lagi melihat kebelakang.
" Tidak bisa Rum, kamu tetap milikku tidak bisa kamu menikah dengan pria lain selain aku. Bertahun tahun aku mencarimu dan kamu sekarang mau menikah dengan pria lain." Sangat kecewa itulah Rama sekarang
" memang siapa laki laki yang akan menikahi mu." Rama pun penasaran karena selama ia menguntit Naomi tidak pernah ia sekali pun melihat dan mendengar bahwa mantan kekasihnya itu memiliki pasangan atau pun teman pria kecuali Arya bartender yang berkerja di clubnya.
" nanti kamu akan tau sendiri." Noumi membuka pintu mobilnya yang kembali di tutup Rama
" hah..." Rama pun tersenyum kecut seperti mengejek Noumi
" apa kamu lupa bahwa kamu masih menjadi istri sah Kak Tyo hah." ucapan Rama sukses membuat naik kadar emosi Noumi
Plak...
Satu tamparan sukses membuat wajah Rama sedikit bergeser ke kiri, terasa panas itu sudah pasti.
" jangan sekali kali kamu menyebut nama itu di depan ku Rama. Dan 1 hal yang harus kamu ingat istri dari mas Tyo sudah mati 6 tahun yang lalu." bentak Noumi sengit
Emosinya memuncak tapi sebisa mungkin ia kontrol karena ia tidak mau lagi masuk ruang inap rumah sakit akibat tekanan saraf di kepalanya.
Rama menatap nanar kepergian mobil yang membawa Noumi pergi semakin jauh dari tempatnya berdiri. Apa perjuangannya cukup sampai di sini, entahlah hati kecil Rama masih berharap Arumi kembali lagi.
Sepanjang perjalanan Noumi tidak ada hentinya menangis, air mata yang bertahun tahun ia pendam sekarang meleleh keluar dengan tidak di suruhnya. Sakit jika ia mengingat bagaimana dulu ia berjuang hidup di ambang kematian yang sudah di depan mata. Penghianatan yang ia lihat sendiri di depan mata kepalanya. Pikirannya kosong sampai ia tak sadar telah menabrak mobil yang terparkir di bahu jalan.
Bunyi benturan mobil yang buat membuat kepalanya terbentur setir mobil. Memar seketika mungkin bisa jadi langsung benjol.
Pemilik mobil yang sepertinya di dalam langsung keluar saat mobilnya bergerak maju karena dorongan dari belakang. Noumi berniat keluar tapi matanya tertatap tidak percaya syok melihat siapa yang keluar dari mobil yang ia tabrak.
Pria yang keluar dari mobil hendak menghampiri Noumi yang masih di dalam dengan pandangan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata kata. Pria itu mengetuk kaca mobil Noumi, menyuruhnya keluar.
Noumi menundukan kepalanya, memundurkan mobil dan menancap gas dalam meninggalkan pria yang yang berusaha menyuruhnya keluar karena mobil ia tabrak.
Wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar, melihat sosok yang tidak ingin ia temui semasa hidupnya selama 6 tahun ini. Ponselnya berdering tapi tidak ia hiraukan.
Jantungnya hampir saja keluar dari tempat singgahnya kalau saja ia tidak berhasil kabur, kenapa semua muncul di saat seperti ini. Di saat ia sudah melupakan dendam di masa lalunya.
Sedangkan pria dalam ruang kerjanya harap harap cemas Noumi tidak ada kabar padahal mereka janjian makan siang bersama, sudah habis jam makan siang tapi Noumi tidak kunjung datang bahkan telponnya yang ke puluhan kali tidak di angkat. GPS ponsel Noumi tidak di aktifkan tapi mobil Noumi yang di pasang GPS oleh Bayu tanpa sepengetahuannya tidak jauh dari kantor.
" Ngapain dia di sana, kenapa tidak langsung ke kantor." gumamnya cemas.
Ia hendak ke tempat dimana Noumi mengehentikan mobilnya tapi Mario sudah terlebih dulu masuk dalam ruangan.
" mau kemana loe Yu." tanya Mario yang membawa daeged di tangannya.
" Cari Mimi." Bayu menyambar jas di kursinya.
" hai loe lupa mau ada meeting dengan perusahaan King T Triadmajda 15 menit lagi hah, perusahaan property dari Singapore yang mau ikut gabung di agen majalah kita " cegah Mario memperingatkan Bayu akan jadwalnya.
" gak jauh gue Deket sini aja."
" Hai gue tau loe bentar lagi kawin sama tuh Manohara lokal tapi loe harus ingat kerjaan loe gak bisa loe tinggal gitu aja. Nanti biar anak buah gue yang datengin Mimi." Mario memberi saran yang pas buat sepupunya satu ini.
Entah kenapa Mario merasa sepupu sekaligus bosnya ini berubah saat ia sudah di terima Noumi. Mungkin dia jatuh cinta beneran sama Manohara lokal, bahkan club' malam yang biasa ia kunjungi tiap malam terasa sudah mati bagi Bayu. Apartemen khusus penjajahan cinta pun sudah tidak pernah Bayu singgahi, tiap hari setelah pulang kantor ia langsung pulang kerumah atau ke rumah Noumi. Perubahan baik juga sih buat Bayu, tapi bagaimana nasib si Flora gadis manja asal Paris yang rela meninggalkan Negaranya demi mengejar cinta Bayu. Ya semoga saja si Flora itu tidak menjadi duri di rumah tangga Bayu dan Noumi kelak.
Sepulang kantor Bayu masih belum dapat kabar dari Noumi tapi salah satu anak buah Mario memberi kabar bahwa Noumi sudah pulang kerumah, jadi Bayu memutuskan ke rumah Noumi dulu sebelum pulang kerumahnya.
Hatinya lega melihat mobil calon istrinya terparkir cantik di garasi. Ia memasukan mobilnya ke halaman rumah Noumi.
Belum juga menekan bel rumah, Mak Asih sudah membukakan pintu untuknya.
" Nak Bayu baru sampai ya." tanya Mak Asih yang menjinjing kantong plastik berwarna merah yang sudah pasti terlihat itu sampah yang akan di buang di tempatnya samping rumah.
" ya Mak, Miminya di dalam." tanyanya sopan setelah sungkem tangan Mak Asih
" ya di kamar Nak, gak tau dari siang tadi pulang pulang langsung mengurung diri di kamar, coba deh Nak Bayu tanya ada masalah apa." Jelas Mak Asih yang curiga ada masalah dari Noumi.
Bayu pun naik tangga ke tempat di mana kamar Noumi, ini kali pertama Bayu naik lantai 2 rumah Noumi. Biasanya ia hanya sampai di ruang tamu saja.
Ada 3 kamar terus di mana kamar calon istrinya, ia bingung mau langsung di buka nanti Noumi si mulut pedas itu ngomong tembus hatinya, gak langsung di buka di ketok dulu masak satu persatu ya kalau itu kamar Noumi kalau bukan kan lama nunggu.
Satu kamar yang Bayu rasa itu pasti kamar Noumi, karena ada tulisannya di depan pintu Tamu di Larang masuk. Bayu mengetuknya, 1 2 kali tidak ada jawaban ketiga kali masih belum ada jawaban akhirnya Bayu nekat membuka handel pintu tapi tidak bisa pintunya di kunci dari dalam.
" Nanti Mak, Mimi belum lapar." teriak Noumi dari kamar
" ini gue, Mi.. calon suami loe yang paling tampan sejagat raya." bisa bisanya di narsis satu ini tidak tau keadaan Noumi di dalam kamar.
Pemilik kamar memutar bola matanya dengan malas rasanya ingin muntah saja mendengar ke narsisan calon suami bohongannya.
" ngapain loe kesini." Naomi membuka pintu kamarnya dengan rambut yang berantakan, mata yang sedikit sembab akibat menangis dengan tengkurap.
Pemandangan yang begitu menggairahkan bagi Bayu melihat sisi lain dari Noumi yang aslinya. Otaknya traveling ke atas ranjang membayangkan kenikmatan di atas sana dengan gaya rambut Noumi yang berantakan seperti itu.
Matanya turun ke bawah, Noumi yang hanya memakai pakaian rumahan semakin menlonjakan kejantanan Bayu yang bersarang di dalam sangkarnya. Lekuk tubuhnya, gundukan d**a yang melebihi kapasitas tangannya jika ia raih.
" woi... gue tanya ngapain loe kesini." bentuk Noumi membayarkan fantasi liar seorang Bayu Ahmad Rosyid
" eh gak apa, gue cuma mastikan loe baik baik saja kan, gue hampir pingsan tadi siang nunggu loe di jam istirahat karena kelaparan. Malah gak ada kabar." Bayu mencoba menetralkan kegugupannya yang membuat down kejantanannya.
Mata Bayu tidak bisa diam ia mendongak ke kanan dan kiri ingin melihat isi kamar Noumi tapi secepatnya Noumi menutup pintu kamarnya.
" Turun loe, ini bukan sebagian dari hak loe pengen tau isi kamar gue." Noumi berjalan mendahului Bayu yang kemudian di ikuti.
" Loe kemana aja tadi, gue telpon juga gak loe angkat." tanya Bayu yang sudah duduk di sofa tengah antara ruang tamu dan juga meja makan.
" gak enak badan makanya gue langsung pulang aja, sorry." ucapnya datar seakan tidak merasa bersalah meskipun bilang maaf.
" mana ponsel loe, biar gue buang saja ganti yang baru. Gue rasa ponsel loe sudah tidak berfungsi deh sampai gak bisa jawab telpon dari gue." si Bayu ngundang darah tinggi Noumi tanpa di sadari
" Loe kira gue kismin apa, beli ponsel saja sampai gak mampu." mata Noumi menatap nyalang ke Bayu.
Seketika jika pengusaha muda se-Asia hilang sudah jika mata Noumi sudah seperti elang yang mengintai mangsanya.
" loe udah makan," Bayu mencoba mencari topik lain alih alih merayu Noumi
" belum lapar,." jawabnya datar sambil menyalahkan sebatang rokok di sela sela jarinya.
Baru pertama kali ini Bayu melihat Noumi menghisap batang rokok, mengerikan. Otak Nakal Bayu kembali traveling, membayangkan bahwa Noumi sedang menghisap kejantanannya. Pasti nikmatinya melebihy batas ubun ubunnya, tidak hanya melayang di atas awan itu mah melayang sampai ke langit 7. Ia segera menggelengkan kepalanya untuk mengusir fantasi liarnya. Nanti sepulang dari rumah Noumi pasti Bayu akan melampiaskannya pada Tante Lux.
" Loe mau,." Tawar Noumi memberikan bungkus rokok berwarna merah putih itu ke depan Bayu.
Bayu menggeleng, ia memang perokok tapi hanya sesekali tidak aktif tiap hari Seperti Noumi.
" Ayo makan malam di rumah, ibu tadi masak soto Makasar kesukaanmu." Ajak Bayu, yang sebenarnya ibu Indah tidak ada niatan masak kalau bukan Bayu yang minta agar Noumi mau di ajak makan malam di rumahnya.
" gue mandi dulu, loe tunggu sini sejam lagi." Bayu mengangguk, dan Noumi pun menghilang di balik tangga yang ia naiki.