9 : Suka dan Duka

1915 Kata
AUTHOR Melody memandang kearah Iqbaal yang sedang melamun tersebut. "Kenapa lo?" tanya Melody. Iqbaal tersentak untuk kedua kalinya, "Gak apa-apa! Eh lo kok suka banget sih ngagetin gue?!" ucap Iqbaal kesal. "Lo tuh suka banget ngelamun! Ngelamunin apa sih?" ucap Melody. "Kepo," sahut Iqbaal. "Ngelamunin gue?" tebak Melody. "Dih, lo? Bisa gak sih jangan GR?" elak Iqbaal. "Terserah lo, gue kan cuman nanya," sahut Melody kembali menatap Embryl. Ya, ia malas berdebat karna ada Embryl disini, nanti bisa-bisa gadis kecil itu menangis kembali. * Gadis ini hanya terdiam sambil memegang bingkai foto ditangannya. "Gue rindu waktu dulu," ucapnya sambil memejamkan matanya. "Saat kita semua masih sama-sama, saat hal itu belum terjadi, saat aku dan kalian masih akur, saat—" Gadis ini tak ingin meneruskan kata-katanya. "Semua udah berakhir?" ucapnya sambil menghela napas. "Maafin gue, Baal." Ia memejamkan matanya sejenak kemudian kembali membuka kedua matanya. "Mungkin gue harus nemuin Iqbaal nanti," gumam gadis ini. * "Lucu mah lagi-lagi!" ucap gadis kecil ini. "Oke! Senyum," seru Melody sambil menjauhkan sedikit ponselnya kedepan. Ya, mereka sedang asik ber-selfie. * Pose 1 : Melody memejamkan matanya dan Embryl tersenyum lebar; Pose 2 : Melody mengembungkan pipi nya dan Embryl menjulurkan lidahnya; Pose 3 : Melody mengecup pipi Embryl dan Embryl memasang wajah lucunya. * "Oke sip. Ini bagus banget! Tante—eh..., Mamah, upload yang foto tiga ke i********:, ah," ucap Melody. * 'Instagram Melody_ana Baru saja [Foto pose 3] ❤1 With yang tersayang, lovely. * Melody pun meletakkan ponselnya di meja, dan kemudian kembali bersenda gurau dengan Embryl. Ponsel Melody berulang kali berbunyi. "Pasti notif ig, males ah ngebuka, paling ngelike foto doang," gumam Melody. Akan tetapi ponsel Melody tetap saja berbunyi. "Mel, berisik amat sih tuh!" omel Iqbaal. Melody menghela napasnya dan dengan malas mengambil ponselnya. Lalu membuka setiap notifikasi yang masuk. * 'Instagram Melody_ana 10 menit yang lalu [Foto pose 3] ❤54 With yang tersayang.. Komentar Lihat semua komentar... Bellagrace : Aaaaaa @Melody_ana lo udah akur sama Iqbaal? Diiih Romantis banget! Stefficlay : Aduuuh Mel lo tuh kayak keluarga bahagia, gak nyangka gue kalian bisa akur @Melody_ana Salshabilap : Duh duh ini beneran elu nih? Romance banget adikku, btw Embryl tuh kayak anak lu pada yee @Melody_ana Amandam_ : Bagus deh lo akur sama suami lo, jadi gak ngeganggu Alvin lagi. Rizkaseptiana : Itu Iqbaal 'kan? Wah dia udah nikah? Btw, gue temen SMA nya, Selamat ya, Baal. Royan_nooo : Ciee Melody sama suaminya. @AlvinN udah lo lupain? Ups, sorry keceplosan. AlvinN : Apaan sih bawa-bawa gue -_- @royan_nooo? Selamat ya ☺ Lo berdua cocok kok @Melody_ana Afrisaputri : Iya bener tuh kata @alvinN. Kalian cocok kok. Masukkan komentar... ▶' * Melody menyeritkan keningnya, Apa maksud semua ini? pikirnya. Ia pun kembali mengamati foto itu dengan jelas. Melody langsung terbebelak. Gotcha! Iqbaal. Pria itu ada difoto, ia dibelakang Melody sambil tersenyum lebar dan membetuk jarinya menjadi huruf 'v' Melody dengan sigap membalas komentar-komentar menyebalkan itu. * 'melody_ana : Etdah itu gak sengaja, gue gak tau dia di belakang gue @bellagrace @stefficlay melody_ana : Apaan sih lo kak! Gak gue urus nih anak lo @salshabillap melody_ana : Oh gitu ya Ahaha, lo ngestalk ig gue? @amandam melody_ana : Iya, salken @rizkaseptiana melody_ana : Gila k*****t lo! Awas lo kalau ketemu! Gue sumpel cabe kemulut lo! @royan_nooo melody_ana : Iya @alvinN @afrisaputri' * Melody melirik Iqbaal dengan sinis. "Apaan?" tanya Iqbaal risih. "Iqbaal..!" jerit Melody. "Lo ngapain ngikut foto tadi?!" ucap Melody. Iqbaal terkekeh, "Peace," ucap pria ini sambil beranjak dari sofa lalu berlari. Melody pun mengejar pria itu. "Mel, sorry!" mohon Iqbaal sambil terus berlari. "Gak gue gak mau ngampunin lo!" ucap Melody. Embryl hanya tertawa melihat tingkah kedua suami-istri itu. Sialnya, Melody tersandung dan ia hampir jatuh, untung dengan sigap Iqbaal menangkap tubuh ramping gadis itu. Keduanya saling bertatapan. Tiba-tiba saja d**a mereka berdegup kencang saat pandangan mereka bertemu. "Mamah, Papah..!" seru Embryl berlari kearah mereka lalu sedikit mendorong tubuh Iqbaal. Iqbaal menjadi kehilangan keseimbangannya, ia pun terjatuh begitupula Melody. Ya, posisinya adalah Iqbaal menimpa tubuh Melody. "Aw...!" Melody meringis. "Mamah sama Papah lagi ngapain?" ucap Embryl. "Gak apa-apa kok sayang. Baal, cepetan bangun! Posisi kita ini gak banget!" ucap Melody kesal. Iqbaalpun ingin bangkit. Namun— "Aciik..!" ucap gadis kecil ini sambil duduk diatas punggung Iqbaal. "Aduh...!" ringis Melody dan Iqbaal. "Embryl sayang, turun," ucap Iqbaal sambil meringis. "Iya sayang, aduh, mamah sakit nih," ucap Melody. Ya, tentu saja Melody meringis. Toh, ia berada diposisi yang paling bawah. "Ndaa! Aciik, mah," ucap Embryl sambil menghentak-hentakkan tubuhnya. "Aduh..!" ringis Melody. "Embryl, turun sayang, nanti Uncle- eh papah kasih es krim ya," ucap Iqbaal. Embryl berhenti menghentakkan tubuhnya, "Benelan pah?" tanyanya antusias. "Iya, sayang," sahut Iqbaal. Dengan cepat Embryl turun dari punggung Iqbaal, dan Iqbaal segera berdiri. "Aduh, remuk tulang gue," ucap Melody sambil bangun dan memegang pinggangnya dalam posisi duduk. "Ayo pah! Mana es klimnya?" ucap Embryl sambil menarik-narik tangan Iqbaal. Iqbaal masih memegang leher dan punggungnya yang sakit. "Iya-iya. Itu ada di kulkas," ucap Iqbaal sambil berjalan menggandeng Embryl. Melody menatap keduanya dengan kesal. "Dasar! Berat amat sih tu anak berdua!" dumel Melody. Ia pun segera berdiri dan kembali duduk di sofa sambil terus memegang pinggangnya yang sakit. * Malam harinya, Melody sedang memangku Embryl diatas tempat tidur sambil membacakan dongeng tersebut lewat ponselnya. "Mah," ucap Embryl di sela-sela Melody bercerita. "Iya?" sahut Melody. "Kenapa papah gak bobo sama kita?" tanya Embryl. Melody mengalihkan pandangannya pada Iqbaal yang sedang duduk di sofa. Iqbaal pun begitu, ia hanya tersenyum tipis pada Embryl. "Ehm, udahlah Embryl bobo sama Mamah Melody aja," ucap Iqbaal. Melody mengangguk. "Enggak! Embey mau papah tidul disini! Sama Embey dan Mamah," rengek Embryl. Melody dan Iqbaal saling pandang. Iqbaal menghembuskan napas beratnya lalu beranjak dari sofa dan berjalan menuju tempat tidur. Ya, mereka menuruti perkataan gadis kecil itu. Karna percuma saja menolak, toh gadis kecil itu pasti menangis nantinya. Iqbaal menaiki ranjang ini dan berbaring di sebelah kanannya Embryl, sementara Melody tentu saja di sebelah kirinya Embryl. "Yaudah, sekarang kamu bobo," ucap Melody. "Embey mau bobo, asal papah sama mamah meluk Embey," ucap Embryl sambil memandang Iqbaal dan Melody bergantian. Melody menelan ludahnya dan dengan ragu ia memeluk gadis kecil itu. Begitu pula pria ini dengan gerakan lambat ia memeluk gadis kecil ini dan sampai tangannya berada di atas tangan Melody. Ya tentu saja, hal ini pasti terjadi, karna mereka harus memeluk Embryl, terpaksa mereka harus saling bersentuhan. Hari yang sial! pikir keduanya. * Melody, gadis ini memperjapkan matanya dan kemudian bangun dalam posisi duduk. Ia merentangkan kedua tangannya. Melody menguap, "Udah pagi," ucap gadis ini sambil tersenyum. Ia kemudian memandang kesamping kanannya. Terlihat Seorang pria tengah tertidur nyenyak sambil memeluk seorang gadis kecil. Melody tersenyum, "Kapan ya gue bisa liat pemandagan ini yang sebenarnya? Pemandangan dimana suami gue memeluk anak kita berdua," gumam Melody. "Ah, tapi gue gak mau, ayah dari anak gue itu pria songong ini," ucap Melody. Ia pun terkekeh dan langsung beranjak dari tempat tidur lalu mengambil handuk serta bajunya di dalam lemari dan masuk ke dalam kamar mandi. Sekitar lima belas menit, Melody keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambut basahnya menggunakan handuk. Ia menghela napas, "Nih, orang berdua kebo banget sih," cibir Melody. Ia pun meletakkan handuknya dan berjalan keluar kamar sambil menguraikan rambutnya yang masih sedikit basah. * Melody mengetuk dagunya sambil memandangi isi kulkas. "Gue bikin sarapan apa ya buat Ember sama Iqbaal?" gumam Melody. "Gini nih susahnya gak bisa masak!" gerutu Melody. "Bikin roti panggang aja kali ya," ujar Melody lagi. Melody pun membawa tiga potong roti lalu ia masukkan ke toaster. "Oke, tapi garing banget kalau cuman roti panggang," ucap Melody. Gadis ini kembali berpikir. Ia kembali membuka kulkas. "Okay, semua bahan ada! Ya, kali aja tuh manusia songong gak suka roti panggang. Gue bikinin Sandwich deh sekalian," gumam Melody. Tak lama kemudian, selang waktu lima belas menit, semua makanan telah tertata rapi di meja ini. Mulai dari Roti panggang, Sandwich, buah-buahan dan tiga cangkir s**u putih hangat tertata rapi. "Oke semua udah siap, sekarang saatnya bangunin mereka," ucap Melody. Melody pun berjalan kearah tangga dan menaikinya lalu menuju ke kamar. "Hei, ayo bangun!" ujar Melody sambil membuka tirai jendela. Sinar matahari pun menyerobot masuk dan mengenai wajah Iqbaal. "Apaan sih, masih ngantuk," protes Iqbaal sambil menutup wajahnya menggunakan selimut. "Ah! Cepetan bangun..!" ujar Melody sambil menarik selimut Iqbaal. "Lo tuh berisik amat sih," ucap Iqbaal sambil bangun dalam posisi duduk.Melody hanya memeletkan lidahnya, ia lalu mendekati Embryl. "Ayo sayang bangun, sarapan udah siap," ujar Melody sambil memangku tubuh Embryl. "Iya, nte," ucap Embryl sambil mengucek-ngucek matanya. Ha? Nte? Yes! Ember udah gak manggil gue mamah, batin Melody bersorak. Melodypun menggendong Embryl.Melody kembali menatap Iqbaal yang masih setengah sadar, "Cepetan kebawah! Sarapan udah siap! Gue gak tanggung jawab kalau sarapan lo keburu dingin," ucap Melody sambil keluar kamar dengan menggendong Embryl. Iqbaal mendesah kesal. Pria ini keluar kamar dengan langkah malas. * Melody meletakkan Embryl dikursi yang berada di sampingnya. "Ini sayang sarapannya, kamu suka apa? Sandwich atau roti panggang?" tawar Melody. "Dua-duanya ya, nte?" ucap Embryl. "Emang bisa ngabisin?" tanya Melody. "Biswa ntwee," ucap Embryl tidak karuan, karena mulutnya sudah penuh dengan roti. Melody terkekeh geli. Iqbaal berhenti dimeja makan sambil memandangi sarapan di depannya. "Lo gak duduk?" tanya Melody. "Apa-apaan sih lo? Bikin sarapan dua macem kayak gini, sama-sama roti lagi. Pemborosan!" omel Iqbaal. "Ya, gue pikir sih kali aja lo gak suka salah satu dari sarapan ini, jadi lo bisa milih-ehm tapi kalau gak mau gak usah di makan, biar gue kasih ke pengemis atau siapa nanti," ucap Melody sambil meneruskan makannya. Iqbaal menghela napasnya dan duduk di kursi lalu mengambil sepotong sandwich. "Enak, nte," ucap Embryl. Ya, gadis kecil ini dapat memakan kedua makanan tersebut sampai habis. Melody menatapnya gemas, "Kamu makannya banyak juga, ya. Pinter," ucap Melody. Melody kemudian melirik kearah Iqbaal yang sedang mengambil sepotong roti bakar di depannya. "Makan juga ternyata lo sama tuh makanan keduanya," sindir Melody terkekeh sambil mengupas buah Apel. "Cerewet," ucap Iqbaal. Melody hanya menggelengkan kepalanya. * Saat ini Melody sedang asik bercanda ria bersama Embryl. Sedangkan Iqbaal? Pria itu sibuk dengan laptopnya sambil duduk di atas kasur. Tiba-tiba bel rumah ini berbunyi. "Mel, bukain tuh pintu di bawah, ada tamu, gue sibuk nih," perintah Iqbaal. Melody berdecak kesal, "Gak usah lo suruh gue pasti bukain, emang lo kira gue babu lo yang harus nunggu lo suruh?" dumel Melody sambil keluar kamar. * Saat Melody membukakan pintu terlihat seorang gadis berperawakan lebih jangkung daripada Melody, tersenyum tipis dan pandangan sayu berdiri di hadapan Melody sekarang. "Hai," sapanya ramah. "Hai juga, cari siapa ya?" ucap Melody. "Iqbaal ada?" tanya gadis ini. "Iya, ada. Bentar aku panggilin ayo masuk, biar aku bikinin teh," ucap Melody. Gadis itu menahan lengan Melody, "Gak usah, makasih, aku gak lama kok disini. Kamu panggilin Iqbaal aja," tolak halus gadis ini. "Oh, yaudah, aku panggil Iqbaal dulu," ucap Melody. Gadis ini hanya mengangguk. Melody langsung berbalik dan melangkah menuju tangga. * "Baal ada yang nyari lo tuh dibawah," seru Melody. Iqbaal menghentikan aktifitasnya dan memandang Melody, "Siapa?" tanya Iqbaal. "Cewek, tinggi, cantik, kulit putih," jelas Melody sambil duduk disofa. "Ha? Yang bener?" tanya Iqbaal terlihat terkejut. Melody hanya mengangguk kecil,  "Dia temen lo? Atau pacar?" tanya Melody kembali. Iqbaal menghela napas, "Temen gue," jawabnya lalu berjalan keluar kamar. Melody hanya menatap punggung Iqbaal yang semakin menjauh. MELODY Siapa gadis itu? Mengapa dari pandangan matanya seakan ada kerinduan yang mendalam? Kenapa aku merasa ia kekasih Iqbaal? Ah, kalau pun benar, memangnya apa hakku untuk ikut campur? Tapi aku sedikit bertanya-tanya untuk apa gadis itu kesini? "Ember, tante mau kebawah sebentar ya," ucapku pada Ember yang sedang asik dengan tablet milik Iqbaal. Aku pun berjalan keluar dan menuruni tangga secara perlahan. Mana dua orang itu? Mereka tidak ada di ruang tamu. Aku pun terus berjalan. Sepertinya mereka bicara dikursi yang ada di taman rumah ini deh. Aku pun berjalan mendekati salah satu jendela. Benar saja mereka berbincang dikursi yang kumaksud. Kulihat gadis itu menangis, Iqbaal mengusap air mata gadis itu, lalu memeluknya. Jelas terlihat mimik cemas dan terluka dari wajah Iqbaal. Aku memegang dadaku yang serasa sesak, tanpaku sadari air mataku menetes. Kenapa sama aku? Hei, Melody lo baik-baik aja! Akhirnya aku pun menyapu air mata sialan ini dan berbalik menuju tangga. *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN