*
Iqbaal masuk kedalam kamar ini kemudian melangkah kearah tempat tidur.
"Cie, yang ketemu pacar," ucap Melody yang sedang duduk di sofa sambil memangku Embryl.
Iqbaal berbalik dan mengernyit, "Maksud lo?"
"Menurut lo?" sahut Melody balik bertanya
"Apaan sih lo? Malah balik nanya," ucap Iqbaal kesal.
Melody menghela napas, "Ya, cewek itu pacar lo, 'kan?"
Iqbaal terdiam, kemudian menggeleng.
"Dia cuman temen," ucap Iqbaal sambil berjalan kekasur dan kemudian membuka laptopnya.
Temen? Hello! Jelas-jelas gue liat lo meluk dia, batin Melody
Ah tapi kalau gue bilang gini, ntar dia malah curiga kalau gue ngintip, batin Melody lagi.
Dasar cowok, pas habis ketemu cewek, terus ditanya itu pacar atau bukan, jawabnya selalu 'temen', Melody memicingkan matanya kearah Iqbaal.
"Kenapa lo liatin gue gitu?" ucap Iqbaal.
"Bodo amat, ah, gak apa-apa," ucap Melody ketus.
Iqbaal kembali menatap Melody, "Lo cemburu?"
Melody terbelalak dan kemudian menatap Iqbaal kesal, "Mimpi lo doang gue cemburu!"
"Jujur aja kali," ucap Iqbaal tetap dengan ekspresi datar
"Gue gak cemburu. Lo gak usah banyak mimpi!" sahut Melody.
"Whatever," Iqbaal kembali menatap layar laptopnya.
Nyebelin! batin Melody.
"Ember, kebawah aja yuk," ucap Melody pada Embryl yang sedari tadi sibuk main games ditablet milik Iqbaal.
Embrylpun kemudian menatap Melody dan mengangguk, ia berjalan kearah Iqbaal dan memberikan tablet tersebut.
"Udah mainnya?" ucap Iqbaal menatap Embryl dengan gemas.
"Udah uncle, makacih ya," ucap Embryl sedikit berjinjit lalu mengecup pipi Iqbaal.
"Iya,sayang," ucap Iqbaal mengusap lembut rambut gadis itu.
"Bye, Ncle. Embey ama Ante mau kebawah," ucap Embryl sambil melambaikan tangannya dan berjalan kearah Melody.
"Ayo, Nte," ucap Embryl sambil menarik tangan Melody.
*
Melody dan Embryl asik tertawa sambil menonton acara televisi.
Melody berpaling ke arah tangga, terdengar bunyi langkah seseorang menuruni anak tangga itu, ia menyeritkan dahi saat melihat Iqbaal memakai pakaian yang sangat rapi.
"Mau kemana lo?" ucap Melody.
"Gue mau kekantor, sekretaris gue bilang, hari ini ada meeting," ucap Iqbaal.
"Ha? Bukannya lo cuti?" ucap Melody.
"Ya, tapi gue bete dirumah, jadi cutinya gue batalin, lagi pula meeting ini penting," ucap Iqbaal.
"Oh, terserahlah," ucap Melody
Iqbaal mendekat ke arah Embryl dan kemudian mengecup pipi gadis kecil itu
"Uncle mau pergi ke kantor ya manis," ucap Iqbaal.
Embryl hanya mengangguk lucu.
Melody hanya menatap kesal adegan didepannya itu, entah kenapa ia sedikit merasa iri pada Embryl.
"Eh, Nyet, gue pergi ya, bye," ucap Iqbaal sambil berlalu dari hadapan Melody.
"Dasar gila!" ucap Melody.
Terdengar suara tawa yang samar, itu pasti tawa Iqbaal yang ada di luar rumah.
"Kesel gue," ucap Melody.
*
Malam harinya..
Melody mengecup kening Embryl yang telah tertidur. Ya, Melody baru saja menidurkan keponakan manisnya itu.
Melody pun tersenyum dan berjalan keluar kamar. Suara langkahnya menuruni tangga menggema dirumah yang sepi ini.
Melody berjalan ke arah meja makan dan membuka tudung saji yang ada di meja itu lalu memandang sup ayam yang mungkin sudah agak dingin, ia menghela napas dan melirik jam dinding.
"Setengah sebelas," gumam Melody.
Sudah kurang lebih satu jam ia menata makanan di meja ini. Melody mulai belajar membuat sup ayam beberapa jam sebelumnya dengan bantuan google.
"Iqbaal, lo kok belum pulang sih!" ucap Melody kesal
Ia kemudian kembali menutup makanan tersebut dan berjalan kearah ruang tamu.
Melody berbolak-balik dengan gusar didepan pintu ini dan kemudian ia membuka pintu tersebut, ia keluar dan kemudian memandang ke arah gerbang yang masih tertutup rapat. Tak ada tanda-tanda mobil yang hendak memasuki gerbang itu.
Melody mengehela napas sambil memeluk tubuhnya yang terasa dingin. Ya, suasana malam ini sangat dingin dan ia kemudian kembali masuk kerumah.
Melody duduk di sofa kemudian mengambil remote televisi dan menyalakannya.
Melody mengambil ponsel lalu meng-unlock ponselnya itu. Ia kemudian membuka catatan digital diponselnya.
Dasar ngeselin! Udah capek-capek belajar masak, tu makhluk sialan gak pulang juga! Benci gue Baal sama lo! Ya, gue gak sayang sih sama dia, tapi dia kan ya saat ini suami gue, setidaknya dia ngehargain gue kek! Udahlah gak usah pulang aja tuh makhluk nyebelin!
Melody mengetik dengan cepat, kemudian ia kembali me-lock ponsel dan meletakkannya diatas meja.
Ia pun kemudian menghela napas.
*
Pria ini menghembuskan napas beratnya dan memasuki rumah mewah ini.
Ia menoleh ke arah televisi yang menyala, lalu berdecak kesal. "Ck! Si Melody kok biarin tv nyala gini sih?"
Iapun kemudian berjalan ke arah televisi dan mematikannya. Iapun berbalik dan tersentak melihat seorang gadis sedang tertidur disofa.
"Ternyata dia ketiduran," gumam Iqbaal.
Iqbaal pun mendekati gadis itu. Senyumnya tiba-tiba mengembang, "Dia manis juga kalau lagi tidur."
Iqbaal pun mengangkat tubuh gadis itu menuju kekamar di lantai dua. Iqbaal meletakkan tubuh Melody diatas kasur ini, disamping gadis kecil yang tertidur nyenyak. Iqbaal menarik selimut menutupi sebagian tubuh Melody.
Ia kemudian menghela napas dan berbalik hendak menuju kamar mandi.
Langkahnya terhenti saat ponsel didalam genggaman Melody berdering. Ia pun mendekati gadis itu kembali, dan mengambil ponsel itu, ia memandang ponsel itu sejenak.
"Kalau gue sedikit lancang gak apa-apa kali ya?" gumamnya pelan.
Iqbaal pun meng-unlock ponsel gadis itu, ia langsung ada ditampilan memo. Ya, Melody tidak mengembalikan tampilan ponselnya ke beranda.
Iqbaal tercengang saat melihat catatan yang baru saja Melody tulis.
Ia kemudian meletakkan ponsel Melody diatas nakas samping tempat tidur dan langsung melangkah keluar kamar.
Dengan tergesa-gesa Iqbaal menuruni tangga ini dan langsung berlari ke meja makan, ia kemudian membuka tudung saji di atas meja itu.
Ya, terlihat sup yang dibuat oleh Melody, namun sup itu sudah tentu dingin.
Iqbaal tersenyum kemudian menarik kursi lalu duduk.
Ia pun menyantap sup yang tentu saja tidak terlalu sedap lagi, namun rasa sedapnya masih sedikit terasa. Ya, itu karna sup tersebut sudah tidak hangat.
"Makasih, Mel," ucap Iqbaal tersenyum hambar.
*
Iqbaal masuk kedalam kamar ini dan berjalan kearah Melody yang tertidur lelap.
Ia mengusap rambut gadis itu. "Maafin gue," lirihnya.
Iqbaal kemudian segera berbalik dan memasuki kamar mandi.
*
Pagi harinya..
Melody merentangkan kedua tangannya dan kemudian melirik ke arah sofa, terlihat seorang pria sedang tertidur disitu.
"Pulang juga ternyata dia," ucap Melody kesal.
Melody pun bangun dan berjalan kearah kamar mandi.
*
Melody menuruni tangga ini dan berjalan menuju meja makan, ia melongo melihat meja makan yang kosong dan ia segera berjalan ke pencucian piring yang juga kosong.
"Apa Iqbaal tadi malem beneran makan sup itu?" gumam Melody.
Hingga kemudian, suara bel rumah berdering membuat Melody tersadar dari gumamannya. Melodypun berjalan menuju ruang tamu.
"Kak Salsha," ucap Melody saat melihat siapa yang berdiri di depannya.
"Hai Mel. O, iya, sorry ya baru sekarang bisa jemput Embryl," ucap gadis didepan Melody sambil terkekeh.
"Santai aja kali. Ayo masuk," ajak Melody.
Salshapun mengikuti Melody masuk kerumah.
"Udah sehat mertua lo?" tanya Melody. "Iya, udah mendingan," sahut Salsha.
"Embrylnya mana?" ucap Salsha lagi.
"Itu dikamar kak, bentar gue panggilin," ucap Melody
"Gak usah," cegah Salsha.
Melody mengernyit.
"Gue mau ngagetin anak gue itu," ucap Salsha geli.
"Dasar," ucap Melody.
Merekapun menaiki tangga dan berjalan ke arah kamar, ia dan Salsha masuk ke kamar. Salshapun langsung berjalan ketempat tidur dimana Embryl tidur dan memeluk putrinya itu.
Sedangkan Melody berdiri didepan pintu sambil tersenyum melihat Salsha dan Embryl yang sedang melepas rindu tersebut, Melody pun menoleh kesofa disampingnya, masih ada Iqbaal yang tertidur pulas disana.
Melody menghela napasnya dan mendekati Iqbaal. "Baal, bangun, itu ada kak Salsha," ucap Melody sedikit berbisik sambil menggoyangkan tubuh pria itu.
Namun tak ada respon dari pria itu.
"Bodoh! Bangun!" ucap Melody sambil menepuk wajah Iqbaal.
"Apaan sih?" ucap Iqbaal dalam posisi duduk.
"Ada kak Salsha," ucap Melody sambil melotot pada pria itu.
Iqbaal pun mengalihkan pandangannya pada Salsha yang tengah terkekeh disamping Embryl.
"Sorry kak, tadi malam lembur," ucap Iqbaal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Gak apa-apa, Baal, Aldi juga sering gitu kok," sahut Salsha.
"Udah deh mending lo mandi sana, jorok banget sih," ucap Melody.
"Bawel," cibir Iqbaal sambil bangun dan berjalan kekamar mandi.
Melodypun berjalan mendekati Salsha dan Embryl.
"Ember,masih ngantuk gak?" ucap Melody sambil mencubit pipi Embryl.
"Dikit, Nte," ucap Embryl sambil mengucek-ngucek matanya.
"Yaudah, ayo kita pulang," ucap Salsha sambil menggendong Embryl
"Eh, kak, dia belum mandi," ucap Melody.
"Gak apa-apa, Mel, lagian nih Aldi udah nunggu dirumah, soalnya tadi gue belum sempet masak," ucap Salsha.
"Oh, yaudah deh, bye sayang," ucap Melody sambil mencium pipi Embryl
"Bye Nte," ucap Embryl.
Salsha pun berjalan keluar kamar sambil diikuti Melody dari belakang.
Mereka pun sampai pintu utama.
"Makasih tante, udah mau direpotin," ucap Salsha terkekeh
"Iya, kapanpun Ember boleh dateng," ucap Melody.
"Bye," ucap Salsha, ia lalu berpaling dan langsung melangkah menuju gerbang.
Melody melambaikan tangannya dan kemudian menutup pintu rumah.
*
TBC