DUA PULUH SATU

690 Kata

Diani tak benar-benar menuju ruangannya. Dia tahu, diruangannya kemungkinan ada tim A1 yang sedang sibuk deadline tugas dari pak Broto. Untuk itu, Diani memutuskan untuk ke taman yang berada di rooftop gedung kantornya. Air mata Diani meledak begitu saja saat angin menerpa wajah basahnya. Dia tak peduli dengan beberapa orang yang sedang duduk istirahat tengah menatapnya. Dia juga tak peduli bahwa pulasan makeup tipis di wajahnya mulai pudar karena air mata. "Diani!" Tanpa Disangka Kaza menyusul gadis itu menuju rooftop. Dia sempat melihat Alaric, tapi sahabatnya itu tak berusaha mendekat ketika Kaza menghampirinya. "Di, gue bisa jelasin se –" "Gak perlu," potong Diani tegas, dengan matanya yang masih mengeluarkan bulir-bulir bening dan membiarkannya menyusuri wajahnya, "gue nyesel udah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN