Bara menyusup ke ruang kerja dokter Vony. Ia tak perlu lagi mengetuk pintu adik semata wayangnya itu. Dokter Vony yang tengah meneguk teh hangat menyambut kedatangan kakak laki-lakinya dengan senyum ramah. "Abang kenapa?" "Dek! Clary gimana?" "Udah, tenang aja. Semua akan baik-baik saja, kok." "Kamu yakin?" Bara melotot. "Yakinlah. Abang tenang aja. Kan Abang udah menyerahkan sepenuhnya penanganan Clary sama Vony." "Aaam ... iya sih. Tapi kan ..." "Kenapa? Masih khawatir?" "Kamu kok nggak panik?" "Vony dokter, Bang. Mana bisa panik. Kalau Panik ntar pasien nggak tertangani dengan baik." "Iya juga sih, tapi ...." "Tapi apa lagi? Abang mau minum teh hangat?" "Nggak!" "Abang duduk aja dulu deh biar nggak panik." Vony menuntun Bara untuk duduk di sofa. Bara menarik napas lantas m

