Tak berselang lama, ambulance yang dihubungi oleh Vinson tadi terparkir di halaman rumah. Clary segera di bawa ke rumah sakit besar tempat Vinson bekerja. Meski tak bisa menemani Clary dalam ambulance, Vinson tak kalah laju menyetir mobilnya agar segera sampai juga. Sedikit ugal-ugalan karena panik, membuat Bi Uni beberapa kali mengelus d**a. Nyonya Silvi berangkat menggunakan kendaraannya sendiri, sementara Nur Fatma dengan setia menemani Clary di dalam ambulance. Wajah Clary semakin pucat. Jemari tangannya juga terasa dingin. Tetesan air infus mengalir cepat dai slang menuju jarum yang tertanca di pergelangan tangan wanita itu. “Cla, maafin gue!” ucap Nur Fatma lirih melihat kondisi Clary yang semakin melemah. Sepanjang perjalanan, Nur Fatma berfikir, seandainya ia tak menyetujui aja

