Pada saat Nur Fatma mendatangi Clary di kamar, ia menemukan wanita itu masih terbaring lemah. Tubuhnya terasa panas, bibir Clary juga sedikit pucat. Nur Fatma menggoncang tubuh wanita itu agar bisa membuka mata. Beruntung tadi malam, Vinson langsung membawa Clary turun, sehingga Clary pagi ini sudah bisa istirahat di kamar. “Cla, Cla! Lo bangun dong, Cla.” Nur Fatma tak berhenti mengguncang pergelangan tangan Clary. Clary masih tak bergeming. Matanya terpejam karena menahan kepalanya yang terasa berat. Suara Nur Fatma hanya terdengar sayup-sayup di pendengaran Clary. Padahal Nur Fatma bicara sangat dekat dengan dirinya. “Badan lo panas, Cla. Lo sakit?” tanya Nur Fatma. Melihat tak ada reaksi dari wanita di hadapannya, membuat Fatma sedikit panik. Ia melirik jam dinding yang memutar wa

