14. Akhirnya Ku Menemukanmu

1876 Kata
Sabtu malam yang syahdu terlewati dengan iringan musik yang dimainkan oleh Alya dan Vita. Sepasang sahabat itu bak seorang koki yang menyuguhkan menu tasty bagi penggemar makanan lezat. Seperti itulah nuansa yang mereka buat di resto The Sofia Boutique Hotel. Para tamu yang menikmati hidangan sembari memanjakan telinga mereka dengan alunan tembang pilihan dari duo Classy Music, seakan menambah kesempurnaan malam minggu bagi mereka semua. Dirga Anugrah - Resto Manager, yang tak lain adalah adik kandung dari pemilik agency tenaga kerja part time tempat Alya bekerja, merasa senang. Pria itu memberikan fee secara tunai kepada Alya dan Vita tepat setelah sesi makan malam usai. Malam itu, tim customer care dari Hotel pun ikut terlibat dalam menyebar angket survey pada para tamu resto. Salah satu komponen pertanyaannya ada pada "bagaimana pilihan musik yang dimainkan secara live selama dinner berlangsung?" Pada poin tersebut, rupanya hampir seluruh tamu menuliskan angka 5 dari skala 1-5. Beberapa komentar positifpun tertulis di dalamnya. Salah satunya adalah "Betapa nyaman makan malam diiringi alunan musik lembut dengan perpaduan yang apik dari para musisi. Senyum manis dan kecantikan sang vokalis sungguh menyempurnakan indahnya malam minggu kami" Alya dan Vita pulang bersama dengan senang malam itu. Tak menyangka bahwa bukan hanya fee dari Resto Hotel yang mereka dapatkan, melainkan tambahan tips dari para tamu. Dirga memang sengaja meletakkan box untuk tips pemain musik, di samping kibord yang dimainkan Vita. Mengingat, perilaku para tamu Hotel tersebut memanglah kalangan atas yang royal dalam hal apresiasi kepada para staf Hotel. Sungguh malam yang membawa sukacita bagi segala pihak. Malam itu juga, Dirga merogoh kantong celananya, mengambil ponsel, dan menghubungi seseorang. "Halo Mbak, aku baru saja selesai dinner session di Hotel nih. Mbak sedang apa?" "Hai, Dik. Gimana acara musik perdana nya? cocok nggak?" "Makasih ya Mbak, kayaknya besok aku dapat credit tambahan dari divisi Marketing nih. Karena tim customer care mereka sebar angket, dan respon para tamu sangat positif. Thank you rekomendasi musisi nya, Mbak," "Wah, Bagus deh, Mbak ikut seneng kalo gitu. Berarti, musiknya Alya bisa dong ya di proposed buat jadi home band di Resto mu?" "Kayaknya besar kemungkinan begitu Mbak. Liat besok saja. Hari minggu besok ada reservasi dinner dari alumni SMA Pelita Cipta tahun 1982. Mbak tahu sendiri lah alumni Pelita Cipta kaum borjuis, moga-moga aja musiknya Alya bisa diterima," "Lho? Acara reuni emangnya mereka nggak bawa bintang tamu sendiri untuk band nya?" "Belum mbak, belum reuni. Kata PIC nya yang resereved sih baru acara dinner biasa buat beberapa calon panitia, buat ngomongin konsep reunian mereka," "Oh, yaudah kalo gitu. Semoga aja mereka besok kasih rating bagus. Mbak suka kasihan sama Alya. Anaknya cantik dan cekatan, tapi hidupnya struggle buat nyari duit sambil kuliah. Kalo kamu bisa bantu, bantu ya Dik," "Oke mbakku tersayang," Dirga memutus sambungan telepon pada sang kakak - Rina. Mulai memikirkan strategi apa yang perlu ia lakukan agar hasil survey besok malam dapat bertahan. Ia mulai mencari-cari fakta mengenai angkatan 1982 di SMA Pelita Cipta via internet. Benar saja, beberapa diantaranya adalah Nenggala Adiwena yang merupakan Walikota salah satu daerah di Jawa Timur. Ada lagi seorang dokter kulit ternama yang menjadi langganan para artis, yaitu dr Citra Dwima, SpKK. Lalu ada lagi, seorang anggota DPRD Jawa Timur yang masih rupawan di usia hampir 50 tahun, yaitu Arya Hening Wicaksana. Hmmmhhh... Dirga menghela nafas kasar. Ia mulai merasa telah salah tidak melakukan 'profilling' ini dari jauh-jauh hari. Ia berpikir keras, apakah masih mungkin merubah konsep suasana untuk besok malam di resto hotel. Ia pun mendapat ide dan segera mengirimkan SMS pada Alya dan beberapa tim front line yang ia bawahi, serta tim visual untuk penataan layout resto. - - Di depan rumah Vita... - "Makasi ya Al dah dianterin pulang naik ..., naik apa Al nama motor kamu?" tanya Vita tentang sebutan sayang Alya pada motor barunya. "Naik Amanda, hahaha. Iya sama-sama Vita, besok aku jemput lagi ya," jawab Alya sembari merogoh tasnya untuk membagi dua isi amplop yang diberikan Dirga usai sesi dinner tadi. "Banyak juga ya Al, shock deh aku. Hahaha, padahal cuma 3 jam lho. Ini tuh pasti karena gabungan sama uang tips ya?" "Iya Vita, fee kita sebenernya yang 450 ribu ini. Tapi tips nya hampir nyamain fee, hehehe," Tiba-tiba Alya terdiam membaca sms yang baru saja diterimanya. Wajahnya nampak serius sambil sesekali nampak berpikir. Vita terheran dan bertanya-tanya. "Kenapa Al? Ada sesuatu?" potong Vita memecah ketegangan Alya. Gadis itu menjawab dengan anggukan seraya menunjukkan isi SMS kepada sang partner musik. Vita membaca pesan di ponsel Alya dengan hati-hati. Pesan itu dari Dirga. Isinya adalah beberapa arahan untuk konsep dinner besok. Antara lain dresscode adalah dress warna hitam, tatanan rambut dan make up yang glamour, serta lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu evergreen indonesia dan western yang dapat membangkitkan memori masa lalu di sekitar awal tahun 1980an. "Gimana Vit? Rombak total dong list lagu?" tanya Alya sambil menatap lekat netra sang sahabat. "Sebenernya buat lagu sih ngga masalah Al, kurang lebih mirip konsep wedding sih ini yang dimaksud pak Dirga. Masalahnya adalah..." Vita terhenti dari kata-kata yang ia ucapkan. Tatapannya tajam ke arah Alya. Alya menelan salivanya, berusaha menyelidik rahasia dibalik wajah resah lawan bicaranya itu. "Masalahnya kenapa Vit? Kok aku deg-degan ya..." ucap Alya tak sabar. "Masalahnya adalah... aku nggak punya dress warna hitam. Gimana dong? harus beli banget nih demi job ini?" Huuufffttt Alya akhirnya melepaskan nafasnya yang tertahan akibat rasa grogi yang menggelayuti dirinya beberapa saat lalu. "Astaga Vitaaaaa! aku kira apaaa! Kamu bikin jantungan aja!" omel Alya sembari mengacak-acak rambut pendek Vita. Rambut yang lebih menyerupai rambut seorang lelaki. Gadis itu hanya terkekeh. Merasa sedemikian berhasil membuat temannya bergidik tegang. Alya pun akhirnya terbahak menyusul tawa renyah Vita. "Eh tapi aku serius nih Al, harus beli banget? huhuhu baru aja dapet uang kaget, udah kudu dipake lagi buat belanja baju. Yang belom tentu setahun sekali aku butuhin. Hiks, nasib anak tomboy!" cerocos Vita yang langsung dijawab solutif oleh Alya. "Vita, sahabat saya yang terkasih, partner manggungku sejak ABG. Demi dirimu yang super spesial di hidupku, silahkan besok pagi Anda datang ke rumah saya, tepatnya di kamar saya, dan saya akan menunjukkan beberapa koleksi dress warna hitam yang bisa Anda jajal untuk dipinjam. Bersama Alya Boutique, semua urusan jadi lebih mudah!" jawab Alya dengan aksen bicara yang penuh gaya khas. Membuat siapa saja yang melihatnya merasa gemas. Gregetan ingin menimpuk dahi Alya. - - Keesokan harinya... - Nuansa resto The Sofia Boutique Hotel telah disulap menjadi lebih atraktif dan mewah dengan sentuhan aksen warna gold yang menghiasi. Mulai dari pintu masuk hingga skirting meja-meja tamu ditata sedemikian rupa oleh tim visual hotel. Beberapa lampu hias terpasang temaram di sudut-sudut ruangan. Ada tambahan karpet dan bunga-bunga gantung, serta wangi aroma vanilla lavender semerbak mulai dari front desk resto. Pukul 18.00 WIB Alya dan Vita sudah memainkan musik-musik pilihan yang merupakan tembang everlasting sesuai arahan sang Manajer. Vita yang tomboy sangat membuat 'pangling' siapa saja yang biasa melihatnya sehari-hari. Karena malam ini, ia tampil anggun dengan balutan mini dress warna hitam dengan manik-manik di bagian d**a. Satu-satunya gaun milik Alya yang dirasa masih cocok dengan karakter Vita. Suara lembut merdu Alya yang sedikit serak namun nyaring itu, memenuhi audio ruangan resto. Sangat memanjakan telinga para pendengar. Apalagi jika para tamu menengok dan memperhatikan sosok sang vokalis, tentu mereka akan makin takjub dengan kecantikan Alya yang paripurna malam ini. Riasan make up semi-bold dengan aksen smokey eyes, sangat cocok dengan gaun hitam panjang yang terdapat aksen rample di bagian d**a dengan model kerah sabrina yang dikenakan Alya. Pundak dan bagian d**a atas berhias tulang belikat yang indah milik Alya, menambah tampilan anggun dirinya yang tampak kontras antara warna baju dengan kulitnya yang putih bersih. Rambut panjang Alya hanya disingkap ke belakang sebagian, menggunakan jepit permata yang berkelap-kelip setiap gadis itu melakukan pergerakan. -- Some people live their dreams Some people close their eyes Some people's destiny Passes by There are no guarantees There are no alibis That's how our love must be Don't ask why It takes some time God knows how long I know that I can forget you As soon as my heart stops breakin' Anticipating As soon as forever is through I'll be over you -- Sungguh denting piano permainan Vita yang amat indah menjadi padanan suara emas Alya. Suasana begitu 'hidup' oleh penampilan musik mereka. Syahdu, romantis, dan membangkitkan memori. Itu adalah 3 kata yang cukup menggambarkan nuansa minggu malam di Resto The Sofia Boutique Hotel. Tamu-tamu regular hadir untuk makan malam ke tempat itu. Begitupun di sebuah sudut ruangan yang cukup dekat dengan panggung kecil yang menjadi lapak performance Vita dan Alya. Nampak satu per satu alumni SMA Pelita Cipta hadir memenuhi undangan sang PIC acara reuni yang akan dirapatkan di malam itu. "Bagus banget suara penyanyinya ya, Yah..." ucap salah seorang tamu hotel yang hendak memasuki resto. "Iya Bun, pianonya juga pas banget. Nanti jagoan kita jadi mau tampil kan? suruh duet aja sama vokalis home band nya," jawab sang suami menanggapi. "Hush, kan dia mau duet sama anaknya dokter Citra Dwima, calon mantu Bunda, hehehe" tawa sang istri renyah. Sementara itu, seorang pria muda memasuki pintu masuk otomatis di depan lobi Hotel. Alunan merdu yang bersumber dari resto, yang tak jauh dari area lobi, membuat langkahnya terhenti sesaat. Jantungnya seakan hampir lepas dari tempatnya bergantung. Dadanya menghangat mendengar suara indah itu. Pria tersebut memejamkan mata. Menghayati alunan lagu dari warna suara yang membawa sejuta kenangan lalu dirinya. "Alya Sasikirana, tak kusangka kita akhirnya bertemu lagi setelah sekian lama kau block nomor ponselku. Kalau jodoh takkan kemana," gumam lelaki yang tak lain adalah Abhivandya Putra Nenggala. Pemuda yang awalnya datang terpaksa demi menuruti obsesi sang ibu. Kini, ia punya alasan yang lebih baik untuk menghadiri 'acara orang-orang tua' tersebut. Putra mempercepat langkahnya menuju resto, berharap lekas dapat memandangi sosok perempuan yang selama ini bertengger di sebelah hatinya. Lelaki yang datang dengan penampilan resmi itu, yakni celana katun slim fit berwarna abu-abu tua berpadu kemeja polos hitam lengan panjang, dengan rambut tertata oleh hair gel waterbase dan aroma maskulin dari parfum aigner black, bersegera memasuki resto dan menatap rindu pada sang gadis di atas panggung. -- As soon as forever is through... I'll be over you... (diiringi denting melodi penutup dari pemain kibord) -- Alya menengok ke arah kanan. Ke arah dimana ia merasa sejak tadi ada tatapan yang mengamati dirinya. Dan benar. Kedua netra mereka beradu. Alya dan Putra, sepasang 'kasih tak sampai' itu tengah bersitatap di penghujung lagu I'll be over you yang baru saja dibawakan oleh Alya dan Vita. Keduanya mematung dengan masih saling beradu pandang. Sorot mata mereka memancarkan isyarat rahasia yang hanya dimengerti oleh masing-masing. Vita memainkan melodi intro dari lagu selanjutnya, namun Alya sama sekali tak merespon itu dengan nyanyian, tak bergeming. Gadis itu mulai merasa heran dan menangkap sebuah gelagat aneh. Jemari sang kibordis pun mengulang kembali permainan intro pembuka lagu, sembari memanggil sang vokalis dengan berbisik, namun tak kunjung memecah keheningan antara Alya dan Putra. Keduanya masih mematung. *** Author's note : Hai, gimana episode kali ini? Suka nggak kalo akhirnya Alya dan Putra ketemu lagi? Ceritanya, Alya tuh nge-block nomer Putra di ponselnya (sejak kejadian di episode 7 - Gejolak Jiwa Remaja Part 3) masih inget kan? Kejadiannya gimana hayooo? Hehehe :) Ikutin terus ya kisahnya di episode selanjutnya, makasih udah baca karyaku ❤️
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN