Hari Senin akhirnya tiba. Hari Senin yang seharusnya juga menjadi hari Caca. Sayangnya, Senin kali ini berbeda, sebab tak ada Caca yang berkeliling dan memeriksa barisan setiap kelas. Tak ada Caca yang berteriak dengan suara lantangnya. Tak ada Caca yang selalu menjaring murid-murid bandel. Di sana, di tengah lapangan, hanya ada Tohar yang menggantikan peranan Caca. “Bos, ikut upacara, nggak?” tanya Beno yang entah muncul dari mana. Reyhan mengangguk, lalu masuk lapangan dan bergabung dengan barisan kelas XI IPA 1. “Lia, Caca ke mana? Kok, tumben yang sensus si Tohar?” tanya Rifki agak heran dengan pemandangan yang ia lihat. Lia mengedikkan bahunya. “Nggak tahu.” Begitulah hari Senin ini terlewati tanpa kehadiran Caca. Sangat berbeda dan sangat tak menyenangkan bagi Reyhan. Satu jam k

