Peluru meluncur dan menembus betis Ado bersamaan dengan tubuh Caca yang ambruk dengan pisau yang menancap di perut cewek itu. Dengan sisa tenaganya, Reyhan memukul Ado hingga terpental ke samping. Reyhan tak peduli dengan para polisi yang sudah bergerak meringkus geng Triton serta Ado yang kakinya terkena luka tembak. Ia hanya peduli pada cewek yang terkulai lemah itu. Air matanya tak bisa dibendung. Darah mengalir deras dari perut Caca. Pisau pun masih menancap di sana. Reyhan memangku kepala Caca dan memegang tangannya sambil menangis tanpa suara, sementara Caca tak bergerak sama sekali. “Telepon ambulans, b**o!” teriak Reyhan bagai orang kesetanan. Teman-temannya pun langsung menelepon ambulans. “Ca? Jangan tidur, ya! Tetep buka mata lo,” kata Reyhan sembari terus menggenggam tangan

