“Jadi, cowok lo ikut balap liar?” tanya Candra hati-hati. Caca mengangguk samar. Ia lantas menjatuhkan tubuhnya di atas sofa ruang santai. Beberapa menit yang lalu mereka baru saja kembali setelah sebelumnya datang ke lokasi balap liar dan melaporkan pada pihak berwajib. Candra duduk di hadapan Caca. Cowok itu menatap miris pada adik sepupunya yang harus terlibat dengan anak geng motor nan merepotkan. “Udahlah, Ca. Putusin aja cowok lo,” usul Candra. Tiba-tiba, Caca bangun dan mendudukkan diri. Perkataan Candra seakan-akan mampu mengumpulkan nyawa dan tenaganya yang habis karena mengkhawatirkan Reyhan. “Apaan, sih, Bang? Main nyuruh putus aja,” gerutu Caca. “Ya, habisnya.” Candra berpindah tempat duduk ke samping Caca. “Dia bukan cowok baik-baik. Kemarin dia pergi sama cewek lain, d

