Jadian

1355 Kata

“Caca teman sekelasnya Reyhan, ya?” tanya Eva memecah keheningan. “I-iya, Tante,” jawab Caca gugup. Hari ini benar-benar hari tersial bagi Caca. Sebab, ia harus terjebak dalam satu mobil dengan Reyhan. Hal itu karena Eva yang memaksa mengantarnya pulang. Caca menatap sekilas pada spion tengah mobil dan saat itu juga tatapan tajam Reyhan langsung menyambutnya. Caca pun kembali menunduk dan menikmati detak jantungnya yang berpacu kian cepat. “Mampir ke rumah Tante dulu, ya?” tawar Eva. “Hah? Enggak usah Tante,” tolak Caca. “Tinggal mampir doang apa susahnya?” sahut Reyhan dengan suara datarnya. Eva tersenyum, lalu menimpali, “Iya, mampir aja. Sekalian Tante mau ngobrol-ngobrol sama kamu.” Pada akhirnya, Caca hanya bisa pasrah dan menerima ajakan Eva. Ia sebenarnya sangat ingin menola

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN