Darah mengalir, melewati pelipis Caca dan jatuh ke lantai toilet. Caca pun berusaha berdiri dan bercermin. Ia meringis pelan kala melihat darah melalui cermin serta merasakan nyeri dan pening di kepalanya. “Kak kita harus gimana? Sera anter ke rumah sakit aja, ya?” usul Sera. Cewek yang masih memakai seragam OSIS itu menggeleng lemah. Ia malah menyodorkan ponselnya pada Sera dan meminta Sera untuk menghubungi Reyhan. “Tolong telepon Reyhan,” pinta Caca. Sera mengangguk, lalu membuka ponsel Caca. Namun, belum genap sepuluh detik cewek itu malah menunjukkan deretan pesan yang berhasil membuat hati Caca terasa seperti teriris. Reyhan: Ca, lo pulangnya naik ojol aja, ya. Gue harus antar Freya. Freya lagi. Tak ayal air mata Caca turun. Cewek itu menangis tanpa suara dan berhasil membuat S

