Atensi Bobby, Risty, Fandi, Edgar, dan Tohar, kini tertuju pada Caca yang tengah mengaduk-aduk bakso di mangkuknya dengan gerakan brutal. Bibirnya juga terlihat beberapa kali mengutarakan sumpah serapah. Penyebabnya tak lain ialah iris cokelatnya yang tak sengaja menangkap pemandangan Reyhan yang tengah makan di kantin dengan Freya. Benar. Ternyata, Freya mendaftar di SMA Negeri 22 Jakarta. Hal itu membuat Freya semakin gencar dekat-dekat dengan Reyhan dan membuat Caca cuma bisa diam sambil menahan dongkol. “Kak Caca?” Suara itu berhasil membuat Caca mengangkat wajahnya. Ia menatap penuh tanya pada seorang siswa berseragam putih biru yang tiba-tiba ada di hadapannya. “Kenapa, ya?” tanya Caca seramah mungkin. Siswa itu menyerahkan satu buah s**u kotak rasa cokelat dan mawar pink pada C

