Masa Lalu yang Terungkap

550 Kata

“Bang, bisa bicara sebentar, nggak?” tanya Niko. “Bicara aja,” jawab Reyhan seraya mematikan rokoknya. “Nggak di sini, Bang,” kata Niko. Meskipun malas, akhirnya Reyhan berdiri dan berjalan menuju dapur diikuti oleh Niko. Niko menutup pintu dapur, kemudian berdiri di hadapan Reyhan yang sejak beberapa hari ini hobi memasang wajah kusutnya. “Mau ngomong apa? Buruan!” seru Reyhan. “Ini soal kak Caca, Bang,” ungkap Niko. “Ngapain ngomongin dia?” tanya Reyhan dengan nada ketus. Niko tak segera menjawab pertanyaan sang ketua. Ia malah mengeluarkan ponselnya yang ada di saku jaket, kemudian menyerahkannya pada Reyhan. Tatapan penuh kebingungan pun menjadi hal pertama yang menyambut Niko. “Ngapain lo ngasih HP lo ke gue?” tanya Reyhan seraya menautkan kedua alisnya. Niko menarik kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN