“Astagfirullah.” Syifa memekik terkejut karena tiba-tiba mendapat pelukan dari belakang. Dan ternyata Hafiz pelakunya! Hafiz menumpukan dagunya di bahu Syifa dengan mesra. Apa yang ia lakukan saat ini seolah mereka sudah lama menjadi pasangan suami-istri. Syifa sedikit geli saat Hafiz menumpukan dagunya di bahunya. Ia belum terbiasa dengan perlakuan suaminya saat ini. “Kenapa, kak?” “Justru saya yang seharusnya bertanya. Kamu ngapain berdiri di sini malam-malam?” “Em.. Syifa mau cari udara segar aja.” “Nggak dingin?” Syifa menggeleng pelan. “Enggak, kak. Justru Syifa menyukai udara malam.” “Oh, ya? Padahal udara malam nggak baik loh.” Syifa hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya. Ia menyukai hawa dingin karena menurutnya hal itu sangat menenangkan. Udara dingin di mal

