Mimpi Buruk

1452 Kata

Beberapa hari berlalu aku bersiap membantu Marwa untuk merancang pakaian pertunangan Elysa. Setelah pagelaran biasanya kami memang kebanjiran order. Karena saat ini Kela telah bisa makan makanan mengganti, aku tidak terlalu kelelahan juga tidak terlalu khawatir kalau meninggalkan dia sedikit lebih lama. Ditambah dia sudah bisa main di lantai. Sebagai seorang klien eklusif, Elysa jelas mengetahui posisi dia. Membuat kami bekerja siang malam untuk memenuhi keinginannya dalam merancang gaun pertunangan, tidak bisa dibayangkan bagaimana saat menikah nanti. Itupun kalau dia masih mau memesan pakaian dari kami. Elysa banyak tidak puasnya, untunglah Marwa begitu sabar. Aku memantau saja sambil diam, padahal ada kemarahan juga dalam diriku. Elysa sering mengucapkan kata-kata pedas padaku, semaki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN