Aku terbangun di atas sebuah sofa empuk, kepalaku berada di pangkuan seseorang sedangkan tangannya melingkar di pinggangku. Pria itu duduk tertidur sambil menopang kepala dengan tangan kanan di sandaran kursi. Aura hangat juga sinar matahari pagi membelai tubuhnya yang tertutup pakaian, keseluruhan bewarna hitam. Dengan panik aku duduk, mendorong seperti begitu kaget. Bagaimanapun aku terpesona, pria yang tak diketahui wajahnya itu...ini sangat membawa keanehan. Dengan tergesa aku pergi meninggalkan kamarnya, terlihat jelas dia sudah terbangun walau hanya bergumam. Aku berlari ke kamarku, tidak memperdulikan Reva yang bingung. Sepanjang malam berkata aku tidur di kamar tuan muda, sampai memberi s**u yang ada di freezer pada Kela. Sebagai ibu sangat tidak berrtanggung jawab, rasa bersalah

