Dua minggu setelah pertemuan terakhir dengan Emmeric, aku semakin sibuk dengan urusan pernikahan. Sekalipun semua sudah di-handle oleh wedding organizer, tetap saja banyak hal-hal yang harus diurus. Terkadang emosi menjadi tidak stabil karena kelelahan, untunglah tuan muda selalu tenang dan mengalah. Di saat-saat begini dia semakin terlihat mempesona. Aku baru saja pulang dari butik, tidak terlalu banyak yang dikerjakan hari ini tetapi karena menunggu desain dari tim, saat pulang hari sudah gelap. Aku sebaiknya belajar menyetir, jadi bisa membawa mobil sendir, keluhku. Bahkan Reva sudah seperti pembalap profesional di usianya yang masih muda. Aku melirik ponselku dalam keremangan malam, tidak jauh dari butik. Menunggu taxi online yang aku pesan. Aku mengirimkan pesan pada Reva bersiap

