Bab 15 Lolos dari Maut

1860 Kata

Setelah berkata demikian, Arlo melepaskan tangan Moza. Ia kembali mengemudikan mobilnya dengan kecepatan maksimal. Denyut nadi Moza semakin meningkat seiring dengan ketakutan yang menyergapnya. Mulutnya terkunci rapat dan tubuhnya gemetar. Entah kemana lagi pria pendendam ini akan membawanya pergi. Bayangan ekstrim memenuhi kepala Moza. Bisa saja Arlo melakukan tindak kriminal dengan membunuhnya lalu membuangnya ke tengah hutan atau ke tepi sungai. Pada saat genting seperti ini, Moza teringat pada adegan film action yang sering ditontonnya. Mungkinkah dia harus melompat dari atas mobil yang sedang melaju kencang supaya dapat melarikan diri? Tapi resikonya terlalu besar. Bisa jadi dia akan kehilangan nyawa lebih dulu sebelum Arlo benar-benar melenyapkannya. "Aku harus bagaimana sekarang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN