Roda waktu terasa berputar lambat di hari Jumat. Ada gelombang rasa was-was sekaligus bimbang yang menguasai Moza. Hampir setiap menit, ia mengarahkan pandangan ke jam dinding oval yang terpasang di dinding. Menanti detik-detik menuju jam lima sore. Sungguh belum pernah ia dilanda kegelisahan semacam ini selama bekerja di Jaya Group. Karena asyik dengan pikirannya sendiri, Moza tidak menyadari jika Pak Roby berteriak dengan lantang di tengah ruangan. "Ayo, cepat selesaikan pekerjaan kalian dan beres-beres. Paling lama lima belas menit lagi ruangan finance harus kosong. Kita pulang ke rumah, ganti baju lalu ke berangkat ke Fairish Garden. Jam tujuh tepat kalian harus sudah stand by disana. Jangan buat Pak Arlo menunggu," tegas Pak Roby sambil berkacak pinggang. "Pak, tanggung ini pekerja

