Ny. Ester bangun pagi-pagi sekali. Setelah membuka mata, ia memandang ranjang di sebelah kirinya yang kosong melompong. Kenyataan ini menorehkan luka tak berdarah di hati Ny. Ester. Semalaman, suaminya tidak pulang ke rumah. Alasannya tetap sama, ada meeting di luar kota dengan relasi bisnis. Nalurinya sebagai istri mengatakan bahwa suaminya itu telah berdusta. Namun di depan sang suami, Ny. Ester tidak mampu berbuat banyak. Ia selalu menjadi istri yang tak berdaya dan pasrah di bawah kuasa sang suami. Terlebih ia tidak ingin bertengkar dengan Nolan Sasongko di hadapan putra bungsunya. Dahulu Ny. Ester berharap akan menjalani hidup yang harmonis di masa tuanya. Namun impiannya itu hancur berantakan. Suaminya kembali mendua hati dengan wanita lain. Entah apa yang harus dilakukannya untuk

