Wijaya cukup terkejut dengan ucapan Kiana. Apa wanita yang sedang hamil muda ini memang diperlakukan tidak baik oleh cucunya, tapi tingkah buruk Regan selalu ditutupi karena bagaimanapun aib suami adalah aib istri. "Ikut saya." Wijaya meminta Kiana mengikutinya ke ruang kerja Surya. "Duduk!" pinta Wijaya dan Kiana menurut tanpa bareaksi apapun. "Sekarang jawab semua pertanyaan saya dengan jujur, kamu nggak usah takut. Apapun yang terjadi saya akan tetap di belakang kamu." Kiana mengangguk pasrah, jelas sekali kalau kakek suaminya akan mebahas tentang rumah tangganya. Kalau boleh jujur, Kiana agak tidak suka kalau kemelut pernikahannya diketahui orang lain, ibunya saja tidak tahu fakta sebenarnya tentang kehidupannya setelah menikah. "Regan memperlakukan kamu dengan baik?" Kiana

