Kiana membalikan badan, menatap lelaki yang terus menerus merejam hatinya semenjak mereka menikah. "Lelucon apa lagi ini, Tuan? Apa belum cukup permainan yang Tuan mulai?" Kiana benar-benar sudah tidak bisa menahan emosinya. "Siapa yang mandul, Re?" Wijaya menyusul Kiana setelah sebelumnya menanyakan keberadaan Wika pada petugas security yang sempat menyambutnya saat turun dari mobil. "Kakek!" Regan terkejut dengan kedatangan Wijaya yang tiba-tiba. "Siapa yang mandul?" Ulang Wijaya begitu berdiri tepat di samping Regan. "Re mandul, Kek. Makanya kenapa Re nggak mau menikah lagi, tapi kakek selalu memaksa, bahkan meminta penerus dari darah daging Re." Suara Regan terdengar bergetar, matanya memejam rapat, wajahnya mendongak ke atas menahan sesak dalam d**a. Wijaya tertampar kenyataan

