Situasi

670 Kata
Setelah memperkenalkan dirinya Ronal selaku wali kelas yang akan bertanggungjawab memegang kelas gray menjelaskan bahwa Diamond school ini memiliki sistem agar siswa mampu mandiri dalam berkembang meningkatkan tingkat kemampuan akademik masing- masing, ketika guru sedang menjelaskan salah satu siswa perempuan berdiri dan bertanya. “bagaimana kita harus mandiri pa? sedangkan saya baru sadar ketika menuju kelas ini lihat saja kondisi kelas yang seperti ini saya liat di kelas gold,silver dan bronze sangat nyaman sekali dengan adanya pendingin dan akses akademik seperti buku yang lengkap bisa di cari melalui sistem dan kelas ini kenapa ada di sudut sekolah sehingga jauh untuk menuju perpustakaan, Mungkin ini gudang yang dijadikan kelas menurutku” ujar siswa perempuat tersebut.  Pa Ronal pun menjawab “apakah kalian belum sadar diamond school ini memiliki tingkatan kelas yang berbeda maka dari itu, siapa namamu?” tanya pa Ronal. Siwa perempuan tersebut menjawab “saya Rina” Lalu Ronal meneruskan percakapan tadi “ketika kalian mengikuti tes kemarin seharusnya kalian sadar bahwa ini menentukan kelas yang akan di tempati dan nilai kalian pantas untuk mendapatkan fasilitas seperti ini!” kata Ronal. Rina merasa kesal “ya ga bisa seperti itu pa kita di tuntut untuk meningkatkan kualitas kemampuan kita sedangkan ini apa inii ? pokonya ini seperti tidak adil” ungkap Rina sambil kembali duduk. “ oke kita bahas yang itu lain kali dan mungkin karena kalian masih siswa baru kalian bisa melihat – lihat dulu sekolah ini bagaimana pandangan kalian pada SMA terbaik ini hahaha, saya mau pergi dulu “ ujar Ronal sambil menuju pintu keluar. Selain itu siswa kelas gray memang terlihat sangat heran mengapa begini dan saling berdiskusi menanyakan satu sama lain. Mereka akhirnya bisa menyimpulkan mungkin karena nilai mereka yang dipaparkan di dinding pengumuman tadi berada di urutan masuk jajaran kelas gray. Rina yang sangat kesal dengan pernyataan yang diterangkan oleh Pa Ronal tersebut masih belum menerima dan melihat kearah Adrian dan menghampirinya. “ hey kenapa kau tadi tertawa bersama Pa Ronal dan kenapa kau tidak menanggapi dia seperti aku melakukan protes kepadanya” kata Rina. Adrian yang sedang memainkan gedgetnya menyimpannya dulu dan menjawab Rina. “untuk apa aku melakukan protes tersebut dan apakah mereka atau teman sekelas kita peduli dengan itu? Lagian tidak ada untungnya juga buatku” jawab Adrian. Rina semakin meninggikan nadanya “mereka itu bukan tidak peduli tapi mereka itu pengecut dan tidak berani protes dan pasrah pada kondisi seperti ini! Rupanya kau sama seperti mereka juga” kata Rina sambil kembali ke bangkunya. Dengan nada tinggi Rina lalu siswa kelas yang lain terlihat dengan tatapan mereka pada Rina sangat jengkel karena merasa telah diremehkan olehnya. Di sisi lain Garry tertawa kecil pada Adrian dan berkata. “ Adrian kau sangat pintar membuat orang berteriak padamu hehe hal yang sama juga terjadi pada Anni saat upacara kemarin kan?” Tanya Garry “ hmmmm, aku tidak mengerti pada semua orang yang gampang sekali tersinggung, mungkin karena aku dingin dan tidak mau ribet orangnya”. Jawab Adrian. Rina dan teman yang lainnya masih heran kenapa kelas gray mendapatkan kelas yang paling pojok dan jauh untuk kemana mana serta akses internet tidak ada, perpustakaan manual yang tidak memiliki sistem padahal tujuan dia masuk diamond school ingin mendapatkan masa depan yang bagus dan akan meneruskan ke universitas terkemuka karena rekor sekolah ini sangat baik, dan dia heran juga dengan nilainya padahal ia yakin pada saat test nilainya akan tinggi namun apadaya takdir dia dengan nilainya harus ditempatkan di kelas gray. Adrian memutuskan untuk melihat-lihat sekeliling sekolah dan ketika menuju pintu keluar kelas dia melewati bangku Rina dan sedikit berkata “sudahlah terima saja permainan sekolah ini kita lihat saja nanti Rina” ucap Adrian sambil  agak berbisik. “apa maksudmu kita lihat saja nanti? Haha aku juga yakin kamu sedang kesal sebenarnya” ujar Rina. Ketiaka Adrian sedang berkeliling dan dia kaget ternyata ada beberapa ruangan yang dikhususkan tidak boleh dimasuki oleh siswa kelas gray seperti laboratorium, ruangan rapat dan lainnya. Ekspresi  Adrian hanya tersenyum saja melihat hal seperti itu entah apa yang dipikirkannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN