Zya nggak punya nyali mengajak gue bicara, sepanjang perjalanan gue diam aja. Beberapa kali kami sama-sama menghembuskan nafas berat. Gue tahu dia peduli sama gue, dia mengerti kesedihan dan kekecewaan gue ke Davi. Dan di hari yang sial ini bisa-bisanya gue bertemu Karina. Mama dan Davi, dua ledakan dahsyat di hidup gue, mereka menjadikan hidup gue jadi sebuah kepingan, gimana gue mau merangkai kembali? trauma gue berat cuy. “Lo tahu nggak sih Zy rasanya, jadi orang yang nggak berguna. kayak sampah gitu, kayaknya dunia ini tuh nggak butuhin gue sebenarnya, gara-gara papa-mama gue khilaf aja jadinya gue lahir. Nggak ada orang yang bener-bener menganggap gue tuh ada, dimanapun gue berada gue kayak di luar lingkaran aja rasanya.” Gue tersenyum pahit. “Ah, lo pasti nggak ngerti, semua orang

