Memulai Pelajaran

1067 Kata
Jin Namyu mengingat betapa kaisar baru begitu menghinanya terakhir kali pertemuan mereka. Di hari pertama kaisar menjabat. Dia langsung mengeluarkan dekrit pernikahan antara pangeran Nanyu dan anak kedua Jendral Lee Quechan. Awalnya pangeran kedua dilamar oleh Jendral Lee Quechan untuk putri pertamanya Lee Hwa Rang. Tapi kenapa tiba-tiba berubah menjadi putri keduanya. Jendral punya 3 putri. Putri pertama dan ketiga terkenal akan kecantikan dan berkarakter baik. Sedangkan putri kedua dikenal dengan wajah penuh bintik hitam dan bertubuh tambun. Karena hal itu juga dia seringkali mendapat bullian. Baik dari keluarga jendral sendiri ataupun pelayannya. Putri kedua seringkali mendapat siksaan sedari kecil hingga menyebabkan kedua matanya buta. Banyak rumor berhembus kalau jendral sendiri yang mencongkel kedua mata sang putri karena kesal. Tak banyak orang yang melihat sosok putri kedua. Masyarakat berpikir hal itu karena sang putri merupakan aib bagi keluarga sang jendral. Ibu putri sendiri Qi Seran meninggal saat sang putri masih berusia dua tahun karena wabah penyakit. Banyak yang bilang bintik hitam itu karena dampak wabah yang dulu menyerang. Bahkan wabah itu juga membuat sang putri berubah menjadi bodoh. Berbeda dengan kedua anak jendral lainnya yang terlahir dari selir Lee Liu. Selir yang awalnya hanya pelayan pribadi dari selir Qi Seran. Dia adalah pelayan yang merupakan mahar. Saat pernikahan Qi Seran dan jendral Lee, jendral memilih menghabiskan malam dengan pelayan selir Qi. Dari kejadian itu lahirlah putri pertama. Meski terlahir dari pelayan jendral tetap menetapkan putri pertama sebagai anak sah. Karena begitu malam pertama dia juga mengangkat pelayan itu sebagai istri sah. Tak lama selir Qi juga hamil. Tapi kehamilannya tidak terlalu menarik bagi jendral. ** Giselle akhirnya bisa mendapatkan kembali ingatan dari tubuh aslinya setelah dua hari mendiami tubuh aslinya ini. Baiklah. Sebagai rasa terima kasih kepada pemilik tubuh ini dia akan membalas setiap penghinaan yang pemilik asli ini dapatkan. Pertama dia harus bisa keluar dari istana dingin ini dulu. Tapi Giselle tak bisa keluar dalam kondisi yang buruk ini. Dia tak kekurangan apapun di sini. Dia mengeluarkan robot yang sudah dia kembangkan. Totalnya ada tiga robot. Satu robot untuk membetulkan rumah yang hampir roboh ini. Satu robot untuk membersihkan rumah dan pekarangan. Satu robot melayaninya bak putri yang sesungguhnya. Diam di sini sebenarnya tidak terlalu buruk. Rumah yang awalnya sangat jelek berubah menjadi rumah minimalis dengan beberapa peralatan modern. Dia tak takut ketahuan. Karena kapanpun ada penyusup dia bisa langsung memasukkan semua peralatan ke ruang dimensinya kembali. Giselle sedang melatih diri ilmu bela diri. Bahkan dia berlatih ilmu pedang dan panah. Seminggu di sini dia sering berada di ruang latihan. Apabila ada penyusup pasti ada peringatan. Jadi dia tidak khawatir. Tak hanya berlatih ilmu bela diri. Dia juga membuat ramuan yang bisa menaikkan kultivasinya. Kini dia berada di level keempat kultivasi. Mungkin sebulan berlatih dan makan obat dewa akan membuatnya naik ke level teratas. Di sela kesibukannya setiap mau tidur dia mengoleskan serbuk mutiara ke wajah dan kulitnya. Kini kulit dan wajahnya yang dulunya penuh bercak hitam mulai terlihat lebih bersih. Bercak hitamnya mulai memudar. Akibat dia rajin latihan bela diri tanpa perlu diet berat badannya ikut menyusut. Tubuhnya yang gendut perlahan menjadi langsing dan ideal. Yang dia heran kenapa matanya tidak terpengaruh tubuh aslinya yang buta. Apa wanita pemilik tubuh aslinya pura-pura buta? Meski dia mendapat ingatan dari pemilik asli tetap saja ada beberapa hal yang menghilang. Akhirnya swbulan penuh dia berada di istana dingin. Dan tak ada satu orangpun yang datang berkunjung. Mereka swmua benar-benar ingin kematiannya. Mungkin hari ini akan ada yang datang. Jadi dia merubah kembali penampilan rumah bobrok ini dengan penampilan awal. Ilmu kultivasinya sudah di level tertinggi. Dia dengan mudah membuat ilmu ilusi. Siapapun yang melihatnya dan juga rumah ini akan melihat penampilannya yang masih buruk rupa dan gendut. Dia sudah memagari istana dingin dengan mantra. Jadi dia tak harus memasukkan barang modernnya ke ruang dimensi. Ah untungnya ilmunya berkembang sangat pesat. Dan benar saat baru bangun tidur di luar istana dingin ada bunyi gemeretak. Seperti gembok yang dibuka. Mungkin karena sudah lama tidak dibuka tutup jadi berkarat. Apalagi jaman dulu bahan membuat gembok masihlah besi asli. Dan ini adalah istana dingin jadi barang tentu gemboknya bukan yang biasa. Giselle mendengus kala pemikiran itu lewat. Tubuh aslinya ini bahkan adalah selir utama. Bagaimana pangeran memperlakukannya begitu hina dan kasar. Bahkan hidupnya tanpa ada satu orangpun dibiarkan menemaninya. Orang ini pasti berharap selirnya mati dengan sendirinya. Sangat jahat. Batin Giselle marah. Mungkin pemilik aslinya memang sudah meninggal saat dia masuk ke raganya. Bunyi langkah berderap memasuki halaman istana dingin. Giselle menghitung ada dua orang yang masuk. Satu orang melangkah dan satunya alat yang bergerak. Mungkin kursi roda. Jadi pangeran selain berwajah rusak dia juga cacat. Lelaki dengan level seperti itu merasa lebih baik darinya. Sungguh lucu. Giselle sengaja hanya duduk diam di atas tempat tidur. Ingin tau bagaimana reaksi pangeran baji**an itu. "Ini sudah empat puluh hari kan? Menurutmu apa dia masih bertahan?" Tanya suara yang dikenal Giselle. Itu suara pangeran ketiga. "Saya yakin selir sudah meninggal." Itu suara Wan mu. Giselle menggeram pelan. Tenang Giselle. Mereka hanya sampah. Tak perlu marah. Ingat saat ini kamu selir Lee Quinning. Wanita jelek, gendut dan buta yang dibenci pangeran dan keluarga jendral Lee. Pintu istana terbuka dari luar. Pangeran Jin Namyu terpaku di tempat. "Siapa itu?" Giselle mengeluarkan suara lirih seakan dia sedang sekarat. Wanita jelek itu masih hidup. Bahkan ini sudah empat puluh hari. Dia memangnya punya berapa nyawa? "Kenapa kamu masih hidup? Siapa yang membantumu?" Pangeran masih diam di tempat. Matanya awas menatap putri kedua. "Kenapa? Pangeran kecewa saya masih hidup? Anda memang akan membiarkan satu lalatpun membantu saya? Tidak bukan? Jadi teruslah benci saya," sahut Giselle masih dengan suara lirih tapi penuh penekanan di tiap katanya. "Lancang! Saya benci siapa, suka siapa. Siapa yang bisa mengaturku!" Pangeran Namyu tak menyembunyikan rasa bencinya kepada sang putri Lee Quinning. "Kamu hanya kotoran di mataku. Ingat jangan pernah menampakkan wajah jelekmu di depanku." Titah pangeran dan pergi berlalu dari hadapan Giselle dengan dibantu Wan mu. "Pangeran sendiri nanti yang akan membawa hamba keluar." Senyuman menghiasi wajah cantik Giselle. Dia tahu pangeran tidak akan mendengar perkataannnya. Banyak hal yang harus Giselle lakukan. Dia sudah menyiapkan pakaian terbaiknya lengkap dengan cadar. Dia tak mau orang melihatnya sudah cantik. Dia tetap ingin orang menyangkanya masih selir Lee Quinning yang jelek dan bodoh. Untuk tubuhnya yang tak lagi gemuk itu bukan masalah. Dia dikurung di istana dingin tanpa makanan jadi berat badannya menyusut. Jadi itu lumrah kan?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN