"Bang, Riska ini masih jomblo lho." Kata Ningsih tiba-tiba. "Apa urusannya dengan Abang?" Ketusku. Ningsih terdiam, aku paham arah pembicaraan Ningsih, aku tak mau terjebak. Beberapa menit kemudian terdengar suara mobil berhenti diluar. Disusul suara anak-anak yang riuh bergema sahut-sahutan. "Ayaaah ..." "Ayaaah ... Kami pulang!" Suara langkah anak berlari makin terdengar nyata, aku berhambur keluar dan bergegas membuka pintu. Dari ruang tengah dapat kulihat tiga wanita itu terdiam dengan mata menatap ke arahku. "Assalamu'alaikum, Ayah." "Wa'alaykumussalam warahmatullah ...MasyaAllah anak ayah sudah pulang." Mereka langsung berhambur ke pelukanku kecuali si kembar, Kevin dan Kenan yang sudah tertidur dalam gendongan Maya dan Rini. "Saya ijin menidurkan anak-anak dulu, Pak."

