Pagi-pagi rutinitas kembali seperti hari-hari sebelumnya. Maya dan Rini cekatan mengurus anak-anak sambil menyiapkan bekal dan sarapan untuk mereka. Aku juga sedang bersiap hendak ke kantor. Ibu, Ningsih dan Riska sedang duduk santai diluar sambil ngeteh. "Ayah, Minggu depan kita mau ketemu, Bunda lagi, ya." Kenji bertanya dengan mata berbinar-binar. Ini entah sudah ke berapa kali Kenji bertanya hal yang sama, dan kujawab dengan jawaban yang sama pula. Taksi online yang dipesan Maya sudah sampai, terpaksa harus menggunakan taksi, karena mobil yang kubeli baru hari ini akan diantar. Mau tak mau aku menggunakan tabungan untuk membeli kendaraan itu, karena memang kami butuh. Anak banyak seperti ini, tak memungkinkan lagi jika tak punya kendaraan roda empat. "Ayah, kami berangkat dulu, y

