80

1607 Kata

Ana menatapi bangku yang ada di depan ruangan Maria dirawat, belum ada perubahan dari Maria. Dokter yang menangani Maria pun tidak mengatakan apa-apa, mereka datang hanya mengecek peralatan medis yang dipakai oleh Maria. "An ..." "Pak Eza?" Ana segera berhambur ke pelukan Eza. "An ... tenang," Eza mengelus kepala Ana pelan, mencoba menneangkan Ana. "Maria kuat, kamu harus percaya kalau dia bisa bertahan." Ucapan itu mungkin tidak berguna lagi bagi Ana, Ana tau betul bagaimana keadaan Maria sekarang ini. "Bagaimana kalau Maria pergi?" Bagaimanapun persiapannnya, Ana tidak akan pernah siap jika ditingggalkan pergi untuk selama-salamanya. Ia masih merasa ini semua tidak adil. "An ..." Eza kembali memanggil lirih nama Ana. Eza dan Faris memang belum memberitahukan bagaimana kond

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN