78

1518 Kata

"Sayang, aku sudah melamarnya." Ucap Eza sembari menatap potret wajah Alya yang terbingkai manis. "Dia juga bahagia, aku harap kamu juga bahagia sayang. Kamu adalah cinta pertamaku, meski pada akhirnya kamu harus pergi terlebih dulu, tapi bagi aku, kamu adalah yang terbaik." Perlahan semua hari-hari yang menyakitkan itu terlupakan. Hari-hari yang membuat Eza terpuruk hingga tenggelam dalam depresinya. Membuatnya lupa akan tanggungjawab hidupnya setelah kepergian Alya. perusahaan yang harus ia urus, nyatanya terbengkalai begitu saja. Kini semua itu sudah Eza simpan rapat-rapat di suatu tempat. Meski hanya bisa menatap kekasihnya lewat bingkai foto, namun Eza berjanji akan selalu mendoakan seorang alya Dini Fahreza. "Tetaplah di sisiku, jauh di dalam hatiku, Al." Eza mengelus kembali p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN