77

1715 Kata

"Apa cuma saya yang merasa bahagia An?" Ana hanya membalas dengan gelengan kepala. Bahagia, perasaan bahagia seperti ini tidak pernah Ana rasakan dalam hidupnya, sekalipun. "Saya juga bahagia, sangat bahagia. Terimakasih, bapak sudah mewujudkan mimpi saya." Ana menatap cincin berlian yang ia kenakan di jari manisnya saat ini. Itik itu kini benar-benar sudah berubah menjadi angsa cantik. "Mulai sekarang kita harus menyicil untuk keperluan menikah kita." "Iya, Pak. Tapi, saya rasa saya cukup menurut dengan apa yang bapak pilih." "Tunggu ..." Dengan penuh senyuman Eza memotong ucapan Ana. "Mau sampai kapan kamu panggil saya 'Bapak'? Saya sudah jadi tunangan kamu, An. Sebentar lagi akan jadi suami kamu." Benar, Ana sampai saat ini masih memanggil Eza dengan sebutan Bapak. Tapi, bag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN