Kebaya merah jambu salem dengan rok batik itu membungkus tubuh Ana, rambutnya yang dulu berwana biru kini sudah kembali ke asalnya, hitam legam diikat rapih. Riasan di wajah Ana tidak tebal, natural. Hari ini Ana dan Eza akan melakukan lamaran. Setelah Ana setuju dengan rencana Hanin dan Faris, Ana segera diboyong menuju rumah Hanin dan Faris. Maria yang mulai akrab dengan Almira dan ketiga anaknya sudah tidak merasa canggung lagi. "Kamu cantik sekali, An." Hanin mengelus lengan Ana, tatapan nanarnya seolah tak mampu ia sembunyikan, hatinya merasakan bahagia sekaligus perih secara bersamaan. Ia teringat akan anak perempuan kesayangannya, Alya. Tapi, Hanin tidak akan merasa tidak rela jika Eza harus bahagia bersama dengan Ana, baginya Ana adalah pengganti yang tepat untuk Eza. "Alya,

