Ana sudah bersiap-siap untuk pergi, hari ini ia akan berkunjung ke rumah Hanin. Semalam Hanin menelfon Ana, Hanin berkata kalau ada yang ingin ia dan Faris bicarakan pada Ana. "Kamu jadi pergi ke rumah Mamah Hanin?" Eza menegur Ana yang sedang membantu asisten rumahtangganya menyiapkan sarapan. "Iya Mas, saya nanti pergi jam 12 an sekalian makan siang." "Biar supir yang antar kamu, jangan naik taksi." Setelah itu Eza pergi dari dapur. Asisten rumahtangga Eza segera mengedipkan matanya, sembari tersenyum pada Ana. "Wah, Den Eza perhatian banget sama calon istrinya." Sampai saat ini, Ana merasa kalau Eza belum benar-benar tulus dengan perasaannya. Ana masih ragu kalau perasaan Eza pada Alya sudah memudar. "Non..." Bibi kembali menegur Ana. "Ah, iya, Bi." Ana segera keluar me

