74

1123 Kata

"Kamu sudah pikirkan ini baik-baik?" Ana tidak ingin memutuskan apapun setelah mendengar tawaran dari Hanin dan Faris yang disampaikan oleh Eza padanya. Ana juatru menemui Maria yang masih ada di rumahsakit. "Iya, atau jangan-jangan kakak berpikir akan membawaku pulang ke rumah Pak Eza?" "Kalau itu mau kamu, kakak akan lakukan." Ana tidak akan pernah meninggalkan Maria. Jika Eza tidak mau menerima Maria, jangan berharap Ana akan mau menikah dengan Eza. "Kita itu satu paket, kalau pak Eza mau menikahi kakak maka dia juga harus mau menerima kamu." lanjut Ana. Maria tersenyum, Ana memang ketus padanya, tapi yang Maria tau Ana adalah seornag kakak yang sempurna untuknya. Sesusah apapun hidup mereka berdua, mereka berdua sudah khatam dengan kejamnya dunia. "Jangan seperti itu, Kak. Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN