3

291 Kata
Tanpa Eza sadari ia sudah mulai akrab dengan suasana pemakaman yang sunyi, kadang suara daun kamboja yang jatuh pun bisa ia dengar. Bukan takut, hanya membayangkan bagaimana yang ada di bawah tanah sana. Jauh dari hiruk pikuk dunia, bisingnya klakson mobil di jalanan. Betapa gelapnya, betapa sunyinya ketika tak ada yang menengok, tak ada yang mendoakan. Tatapan Eza kini beralih pada satu makam yang dipenuhi dengan sobekan kertas, bukan bunga tabur, tapi sobekan kertas. Seorang anak gadis yang memakai pakian serba hitam berdiri di sana. Tangannya tanpa henti terus menyobek kertas sampai menjadi bagian kecil dan menaburkannya di atas makam itu. Mulut gadis itu tak henti mengumpat, berbicara seolah manusia yang ada dibalik gundukkan tanah itu adalah manusia paling jahat di dunia. "Aku pikir jika ibu mati, aku akan bahagia!" Sekilas Eza mendengar ucapan anak gadis itu, dia berbicara dengan nada penuh kemarahan. "Bahkan setelah ibu pergi, masih banyak beban yang harus aku tanggung." Tangan anak gadis itu melemparkan serpihan kertas yang ada di tangannya. Eza mempeehatikan gerak-gerik gadis itu, seolah di setiap lakunya ada emosi yang ia pendam begitu mendalam. Caranya melemparkan sobekkan kertas, hingga mulut yang tidak berhenti memaki. Rambutnya yang berwarna biru midu, bak langit cerah di atas sana, begitu kontras di mata. Terlintas dalam benak Eza, bagaimana jika yang ada di balik gundukan tanah itu adalah dirinya dan yang berdiri di atas tanah saat ini adalah kekasihnya, apa kekasihnya juga akan melakukan hal yang sama seperti gadis itu. Memaki bahkan sampai dirinya tak bisa mendengar sama sekali. Sampai harus Tuhan yang menyampaikan semua umpatan kebenciannya. Atau karena saking bencinya sampai kekasihnya saja lupa kalau Eza sudah meninggal, lupa untuk menangisi Eza dan lupa untuk mengingat Eza. Eza meninggalkan area pemakaman dengan hati penuh kegundahan. * * *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN